Sebagaimana diwartakan, sosok Anik Sriningsih mendadak menjadi sorotan publik setelah video aksi orasinya di hadapan pimpinan DPR RI viral di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, perempuan asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersebut dengan lantang menyuarakan tuntutan tegas dalam aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Jakarta.
Dalam orasinya, Anik membawa dua poin utama yang menjadi fokus perhatian, yakni mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang atau RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya jauh-jauh datang dari Pati ke sini dengan dua tuntutan, Pak. Satu, perampasan aset koruptor. Dua, hukum mati koruptor," ujar Anik dengan tegas di hadapan para wakil rakyat.
Mengutip keterangan dari lokasi kejadian, Anik bahkan secara terbuka membandingkan beratnya sanksi hukum antara pengedar narkoba dan koruptor dengan gaya bahasa yang lugas dan berani.
"Kenapa pengedar narkoba langsung dihukum mati, Pak? Kenapa koruptor tidak dihukum mati, Pak?" tanya Anik langsung kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah pemberantasan korupsi di Indonesia tidak cukup hanya dengan menyita harta hasil kejahatan, melainkan membutuhkan efek jera yang jauh lebih keras.
"Kalian ini ingin rakyat sejahtera apa tidak? Kalau ingin, hukum mati koruptornya," ucap Anik yang langsung disambut dengan riuh tepuk tangan dari massa aksi.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga sempat menyinggung perbandingan kasus pencurian kecil di masyarakat dengan kerugian besar yang ditimbulkan oleh para koruptor terhadap masa depan bangsa.
Dikutip dari latar belakang kehidupannya, Anik diketahui merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Pati yang setia mendampingi suaminya.
Ia merupakan istri dari Supriyono alias Botok, yang dikenal sebagai Koordinator AMPB dan turut serta mengawal aksi unjuk rasa di ibu kota.
Sebagai seorang pendamping aktivis, Anik kerap dikenal aktif menyuarakan berbagai aspirasi kerakyatan serta mengawal isu-isu kebijakan publik di daerah asalnya.