Sebagaimana diwartakan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika tinggi setelah meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 2 kilometer ke arah barat daya. Peristiwa erupsi kecil yang terjadi pada Jumat malam tersebut turut memicu kebakaran pada area vegetasi di sekitar batas luncuran.
Menurut laporan media, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) T. Heri Wibowo menyatakan bahwa berdasarkan pantauan kamera pemantau aktivitas vulkanik BPPTKG, awan panas guguran itu tercatat terjadi pada pukul 21.22 WIB. Luncuran awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 87,74 milimeter dengan durasi tercatat selama 116,97 detik.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, luncuran material vulkanik tersebut mencapai batas vegetasi dan membakar beberapa bagian tanaman di lereng gunung. "Awan panas guguran tersebut mencapai batas vegetasi dan menyebabkan terbakarnya vegetasi tersebut. Dan berdasarkan pantauan visual dari petugas yang berada di Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam, api tidak berkembang membesar," ujar Heri memberikan keterangan kepada wartawan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut laporan petugas, adanya laporan dari masyarakat pada Sabtu pagi mengenai dugaan titik api di area Babadan atau sisi barat laut gunung langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan. Hasil peninjauan mendapati bahwa meskipun sisa kepulan asap sempat terlihat, titik api utama terpantau telah padam dengan sendirinya.
Dikutip dari keterangan resmi instansi terkait, pihak BTNGM kini telah menyiagakan pos koordinasi kebakaran hutan serta menerjunkan tim gabungan yang terdiri atas unsur ASN, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api. Langkah mitigasi intensif terus digencarkan untuk memastikan tidak ada kemunculan titik api baru di kawasan konservasi tersebut.