Sebagaimana diwartakan oleh kantor berita Xinhua, para pemimpin legislatif dan perwakilan dari berbagai negara di dunia baru saja menyelesaikan pertemuan penting mereka di ibu kota Kamboja, Phnom Penh.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa konferensi tingkat tinggi tersebut menghasilkan adopsi Deklarasi Phnom Penh yang menegaskan kembali komitmen global terhadap pentingnya kerja sama internasional dan multilateralisme.
Menurut Ketua Majelis Nasional Kamboja Khuon Sudary, deklarasi ini merumuskan berbagai prioritas krusial serta jalur praktis untuk mewujudkan dunia yang lebih damai dan adil dengan pendekatan yang berpusat pada masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami menyerukan multilateralisme yang terbuka, inklusif, dan efektif, serta percepatan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Khuon Sudary dalam pidato penutupannya.
Ia juga memperingatkan bahwa persaingan geopolitik yang tajam serta ancaman non-tradisional seperti perubahan iklim dan krisis pangan telah menciptakan risiko yang saling terhubung bagi seluruh bangsa di dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rangkaian Konferensi Pembicara Antar-Parlemen atau Inter-Parliamentary Speakers Conference ini dijadwalkan akan melanjutkan agenda berikutnya dengan menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah pada tahun 2027 mendatang.