Sebagaimana diwartakan oleh media Spanyol elDiario.es, ketegangan menyelimuti kawasan permukiman El Saler setelah warga setempat melayangkan protes keras terhadap penanganan darurat kebakaran hutan yang melanda kawasan lindung Devesa de El Saler. Meskipun warga telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing pasca-stabilisasi api, Associació Veïnal del Saler merilis pernyataan resmi yang mengecam buruknya koordinasi operasional di lapangan.
Berdasarkan laporan tersebut, amukan si jago merah telah menghanguskan lebih dari 30 hektar area hutan lindung yang sangat berharga bagi ekosistem setempat. Pihak asosiasi warga menyoroti kelalaian tim penanggulangan dalam mengantisipasi perubahan arah angin pada hari Kamis lalu, padahal Badan Meteorologi Negara atau Aemet telah mengeluarkan peringatan dini terkait pergeseran cuaca ekstrem tersebut.
"Bagaimana mungkin sebuah kebakaran yang pada pagi hari tampak sepenuhnya terkendali tiba-tiba berubah menjadi ancaman nyata yang hampir mencapai perkampungan," protes perwakilan warga dalam pernyataan resminya, menyoroti lambatnya respons taktis petugas yang membuat situasi berubah menjadi sangat berbahaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara penduduk juga menceritakan detik-detik mencekam saat proses evakuasi darurat dilakukan terhadap warga serta pelajar dari fasilitas pendidikan terdekat dari lokasi titik api. Menurut mereka, strategi pemadaman yang diterapkan tidak hanya gagal melindungi kelestarian alam, tetapi juga membahayakan nyawa para petugas pemadam kebakaran dan keselamatan masyarakat sipil secara keseluruhan.
Menanggapi insiden berulang ini, komunitas warga mendesak pihak pemerintah kota maupun otoritas regional untuk segera merumuskan protokol pencegahan khusus yang jauh lebih ketat. Mengingat kawasan Devesa memiliki tingkat kerawanan tinggi dengan vegetasi padat dan berdekatan dengan permukiman, warga menilai evaluasi total dan pertanggungjawaban politik dari pihak berwenang mutlak diperlukan agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.