McLaren dan Red Bull harus menunggu hingga tiga minggu ke depan untuk mengetahui hasil putusan sidang banding mengenai posisi podium Pierre Gasly pada ajang Formula 1 Grand Prix Monaco.
Sidang banding tersebut digelar oleh Pengadilan Banding Internasional FIA pada Selasa untuk meninjau kembali keputusan yang mengembalikan penalti waktu kepada pembalap Alpine Pierre Gasly.
Pierre Gasly sebelumnya kehilangan posisi ketiga akibat dua penalti waktu masing-masing lima detik karena ngebut di pit lane yang diterapkan setelah pengibaran bendera finis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, Alpine berhasil mengajukan banding sukses setelah terungkap bahwa panjang pit lane diukur secara keliru oleh pihak penyelenggara balapan.
Alasan McLaren dan Red Bull Layangkan Banding ke FIA
Kesalahan pengukuran tersebut mengembalikan posisi podium kepada Pierre Gasly, yang kemudian mendemosikan pembalap Red Bull Isack Hadjar ke posisi keempat serta Oscar Piastri dari McLaren ke peringkat kelima.
McLaren dan Red Bull melayangkan gugatan banding karena FIA tidak dapat mencabut penalti serupa yang diterima oleh pembalap lain seperti Oscar Piastri, George Russell, dan Lewis Hamilton yang menjalani hukuman saat balapan berlangsung.
Team Principal McLaren Andrea Stella menjelaskan bahwa timnya mengajukan banding dengan niat ganda untuk menegakkan prinsip keadilan dan melindungi kepentingan poin kejuaraan tim.
"Kami pergi ke sidang Pengadilan Banding Internasional dengan niat ganda yang mencakup kepentingan umum Formula 1 dan kepentingan material McLaren sendiri," ujar Stella.
Sidang tertutup tersebut berlangsung seharian penuh pada Selasa dan dihadiri oleh perwakilan dari Alpine, Red Bull, McLaren, serta para pejabat dari FIA dan Formula 1.
Seluruh pihak terkait kini harus menghadapi penantian panjang selama kurang lebih tiga minggu untuk mengetahui hasil akhir dari balapan yang telah berlangsung hampir tiga bulan lalu.