Dinamika politik menjelang pemilihan umum Brasil semakin memanas seiring langkah strategis yang diambil oleh para tokoh penting. Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva mulai mengalihkan fokus kampanyenya untuk mendekati kelompok pemilih perempuan yang memegang peranan krusial.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada Sabtu (29/8/2026), Lula hadir dalam acara bertajuk "Mulheres com Lula" yang diselenggarakan di kota Belo Horizonte, Minas Gerais. Acara tersebut menandai kampanye perdana yang secara khusus menyasar kaum perempuan, mengingat data dari pengadilan pemilu menunjukkan bahwa populasi pemilih perempuan mencapai 52,8 persen dari total keseluruhan pemilih di negara tersebut.
Dalam acara yang didominasi oleh kaum hawa di atas panggung itu, Lula menyampaikan komitmennya untuk memastikan perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata. "Perempuan tidak boleh lagi diperlakukan sebagai warga negara kelas dua," tegasnya di hadapan para pendukung yang hadir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain membahas isu kesetaraan gender dan peran perempuan dalam kontestasi politik, Lula juga menyinggung sejumlah agenda prioritas pemerintahannya. Mengutip laporan media setempat, ia menyatakan optimismenya bahwa rancangan regulasi terkait penghapusan sistem kerja enam hari kerja dan satu hari libur demi mengurangi jam kerja akan segera disahkan dalam waktu dekat.
"Pengurangan jam kerja adalah sesuatu yang sakral," ujar Lula saat memaparkan program prioritasnya yang kembali mengemuka usai melakukan pertemuan dengan para pemimpin parlemen Brasil.