Fenomena perpindahan pejabat tinggi pemerintah ke sektor industri pertahanan atau perusahaan lobi kini kembali menjadi sorotan tajam di Canberra. Sebagaimana diwartakan oleh laporan media, puluhan mantan menteri, perwira militer senior, hingga staf khusus diketahui memanfaatkan jaringan internal mereka untuk meraup keuntungan komersial di sektor pertahanan.
Berdasarkan data yang dihimpun, praktik yang kerap disebut sebagai pintu putar atau revolving door ini dinilai menciptakan persaingan yang tidak sehat. Para kritikus menilai para mantan pejabat tersebut dapat menggunakan pengaruh dan koneksi masa lalu mereka untuk memengaruhi penandatanganan kontrak bernilai jutaan dolar.
Salah satu tokoh politik veteran yang kini sukses berkecimpung di dunia lobi adalah mantan Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne. Dalam keterangannya, ia mendirikan firma lobi Pyne & Partners tak lama setelah pensiun dari dunia politik federal pada tahun 2019 silam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun menuai kritik tajam dari berbagai kalangan terkait transparansi, Pyne berargumen bahwa aktivitas lobi merupakan bagian integral dari demokrasi dan jalur karier yang wajar bagi mantan parlemen. Ia menyebut bahwa bisnis konsultasinya saat ini berkembang pesat seiring tingginya minat perusahaan global terhadap pasar pertahanan.
Lonjakan aktivitas lobi ini tidak terlepas dari daya tarik perjanjian keamanan triliunan rupiah seperti AUKUS yang melibatkan Australia, Amerika Serikat, dan Inggris. Sejumlah pengamat menilai proyek pertahanan berskala masif tersebut telah menjelma menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan bagi para korporasi senjata global.
Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk memperketat regulasi serta menerapkan aturan masa tenggelam atau cooling-off period yang lebih panjang. Langkah ini dinilai mendesak agar pengetahuan strategis negara tidak disalahgunakan demi meraup keuntungan korporasi semata.