Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Fenomena Pintu Putar Pertahanan, Eks...
EKONOMI

Fenomena Pintu Putar Pertahanan, Eks Pejabat Ramai Jadi Lobi Senjata

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 24 Agustus 2026
Analisis ungkap puluhan mantan pejabat pertahanan Australia beralih menjadi pelobi senjata di tengah proyek AUKUS

Analisis ungkap puluhan mantan pejabat pertahanan Australia beralih menjadi pelobi senjata di tengah proyek AUKUS

Fenomena perpindahan pejabat tinggi pemerintah ke sektor industri pertahanan atau perusahaan lobi kini kembali menjadi sorotan tajam di Canberra. Sebagaimana diwartakan oleh laporan media, puluhan mantan menteri, perwira militer senior, hingga staf khusus diketahui memanfaatkan jaringan internal mereka untuk meraup keuntungan komersial di sektor pertahanan.

Berdasarkan data yang dihimpun, praktik yang kerap disebut sebagai pintu putar atau revolving door ini dinilai menciptakan persaingan yang tidak sehat. Para kritikus menilai para mantan pejabat tersebut dapat menggunakan pengaruh dan koneksi masa lalu mereka untuk memengaruhi penandatanganan kontrak bernilai jutaan dolar.

Salah satu tokoh politik veteran yang kini sukses berkecimpung di dunia lobi adalah mantan Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne. Dalam keterangannya, ia mendirikan firma lobi Pyne & Partners tak lama setelah pensiun dari dunia politik federal pada tahun 2019 silam.

Meskipun menuai kritik tajam dari berbagai kalangan terkait transparansi, Pyne berargumen bahwa aktivitas lobi merupakan bagian integral dari demokrasi dan jalur karier yang wajar bagi mantan parlemen. Ia menyebut bahwa bisnis konsultasinya saat ini berkembang pesat seiring tingginya minat perusahaan global terhadap pasar pertahanan.

Lonjakan aktivitas lobi ini tidak terlepas dari daya tarik perjanjian keamanan triliunan rupiah seperti AUKUS yang melibatkan Australia, Amerika Serikat, dan Inggris. Sejumlah pengamat menilai proyek pertahanan berskala masif tersebut telah menjelma menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan bagi para korporasi senjata global.

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk memperketat regulasi serta menerapkan aturan masa tenggelam atau cooling-off period yang lebih panjang. Langkah ini dinilai mendesak agar pengetahuan strategis negara tidak disalahgunakan demi meraup keuntungan korporasi semata.

Topics
pertahanan aukus lobi australia politik industri senjata kebijakan publik
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.