Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi denda sebesar US$ 65.000 kepada Gabriel Perez, yang merupakan mantan operator teleprompter Donald Trump. Hukuman tersebut diberikan karena ia terbukti melakukan transaksi ilegal di platform pasar prediksi berdasarkan isi pidato politik sang presiden.
Berdasarkan laporan penyelidikan, Perez tidak hanya dikenai denda tetapi juga diwajibkan mengembalikan keuntungan tidak sah senilai US$ 107 mil yang diperolehnya dari platform Kalshi. Selain itu, otoritas berwenang juga menjatuhkan larangan bagi mantan pegawai Gedung Putih tersebut untuk beroperasi di pasar keuangan selama tiga tahun ke depan.
Sebagai orang yang bekerja bersama Donald Trump selama satu dekade, Perez memiliki akses istimewa terhadap naskah pidato rahasia sebelum diumumkan ke publik. Ia memanfaatkan posisi tersebut untuk melakukan puluhan transaksi terkait frasa atau kata yang akan diucapkan Trump dalam berbagai acara kenegaraan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAksi curang tersebut terungkap setelah pihak platform Kalshi mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dan melaporkannya kepada penegak hukum federal. Kepala penegak hukum platform tersebut menegaskan "Viole nossas regras ou a lei federal e você enfrentará as consequências" atau yang berarti pelanggaran terhadap aturan maupun hukum federal akan berujung pada sanksi tegas.
Mengutip keterangan dari komisi pengatur keuangan, hukuman yang diterima Perez sedikit dikurangi mengingat sikap kooperatifnya selama proses investigasi berlangsung. Akibat skandal pelanggaran data rahasia ini, ia langsung diberhentikan dari jabatannya di lingkungan pemerintahan.