Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Undang-Undang Baru Donald Trump Picu...
INTERNASIONAL

Undang-Undang Baru Donald Trump Picu Krisis dan Beban di Ohio

By Asep Firdaus 2 min read 27 Agustus 2026
Kebijakan ekonomi Donald Trump picu krisis pangan dan kesehatan di Ohio

Kebijakan ekonomi Donald Trump picu krisis pangan dan kesehatan di Ohio

Lebih dari 100.000 warga Ohio, termasuk lebih dari 50.000 anak-anak, kehilangan manfaat Supplemental Nutrition Assistance Program atau SNAP sejak undang-undang One Big Beautiful Bill Act yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump memberlakukan pemotongan terbesar dalam sejarah program bantuan pangan tersebut. Kebijakan ini dikritik keras oleh para anggota parlemen dari Partai Demokrat di Ohio karena dinilai membuat kehidupan sehari-hari warga menjadi jauh lebih mahal.

Berdasarkan analisis Commonwealth Fund, negara bagian Ohio diperkirakan bakal kehilangan 51.000 lapangan pekerjaan serta merugi hingga 5,3 miliar dolar dari perekonomian lokal pada tahun 2029 mendatang. Persyaratan kerja Medicaid dalam undang-undang tersebut juga berpotensi menyebabkan 356.000 warga Ohio kehilangan jaminan kesehatan, menyusul sekitar 113.000 warga yang sudah kehilangan cakupan layanan serupa setelah kredit pajak kedaluwarsa.

Penurunan pendaftaran asuransi kesehatan di bawah Affordable Care Act di Ohio tercatat paling tajam di seluruh negara bagian, yakni anjlok sebesar 32.4 persen antara Februari 2025 hingga Februari 2026. Data Health Policy Institute of Ohio menunjukkan rata-rata premi bulanan warga di pasar bebas melonjak dari 126 dolar pada tahun 2025 menjadi 233 dolar pada tahun 2026.

"Trump berjanji membuat hidup lebih terjangkau, namun di Ohio dan di seluruh negeri, dia melakukan hal sebaliknya," ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Ohio Ashley Bryant Bailey melalui panggilan media baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa kenaikan biaya hidup, pemotongan layanan kesehatan, dan hilangnya bantuan pangan merupakan rangkaian dampak dari pilihan kebijakan yang dibuat oleh Donald Trump bersama Partai Republik.

Lonjakan Harga BBM dan Krisis Perumahan Warga Ohio

Selain masalah pangan dan kesehatan, warga Ohio juga merasakan tekanan ekonomi yang sangat besar akibat lonjakan harga bahan bakar minyak yang meningkat hampir 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Anggota DPR AS dari dari Partai Republik asal Ohio, Greg Landsman, menyebut kondisi ekonomi lokal kini menjadi sangat mahal bagi masyarakat.

Krisis perumahan turut memperparah beban warga karena seorang pekerja penuh waktu di Ohio harus menghasilkan setidaknya 23.82 dolar per jam agar mampu menyewa apartemen sederhana dengan dua kamar tidur. Menurut laporan tahun 2026 dari National Low Income Housing Coalition bersama COHHIO, Ohio saat ini mengalami kekurangan hingga 266.000 unit sewa yang layak dan terjangkau bagi publik.

Rata-rata usia kepemilikan rumah pertama di Ohio kini telah mencapai 38 tahun, membuat banyak keluarga muda harus menunda rencana masa depan mereka karena keterbatasan finansial dan harga properti yang melambung tinggi. Anggota DPR Negara Bagian Ohio Karen Brownlee memperingatkan bahwa kegagalan memenuhi kebutuhan dasar seperti perumahan, makanan, dan kesehatan akan meningkatkan tingkat stres individu secara drastis.

Di sisi lain, kubu politik oposisi memberikan tanggapan berbeda menanggapi kritikan tersebut di tengah persiapan pemilihan umum November mendatang. Manajer kampanye dari Partai Republik, Collin Wojcik, menilai bahwa langkah perbaikan ekonomi harus difokuskan pada pembukaan sektor energi Amerika, pengembalian lapangan kerja dari luar negeri, serta peningkatan upah pekerja.

Topics
donald trump ohio bantuan pangan snap ekonomi healthcare greg landsman politik amerika serikat kebijakan
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.