Kabar duka menyelimuti Kerajaan Norwegia menyusul kepergian sang penguasa, Raja Harald V, yang tutup usia pada umur 89 tahun. Berdasarkan laporan dari pihak istana yang dikutip oleh media internasional, sang raja mengembuskan napas terakhirnya secara damai di rumah sakit nasional Rikshospitalet di Oslo.
Sebelum wafat, kesehatan Raja Harald V dilaporkan terus memburuk akibat menderita anemia hemolytique atau gangguan darah yang menyebabkan penghancuran sel darah merah secara cepat. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak pertengahan Agustus hingga akhirnya keluarga berkumpul di sisinya.
Semasa hidupnya, Raja Harald V dikenal sebagai salah satu sosok pemimpin monarki paling dicintai di Eropa berkat kepribadiannya yang dekat dengan rakyat serta gagasan-gagasannya yang progresif. Sejak naik takhta menggantikan ayahnya pada Januari 1991, ia selalu berupaya mendekatkan lembaga kerajaan dengan masyarakat luas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan hidup sang raja juga diwarnai oleh kisah cinta legendaris dengan Ratu Sonja yang harus diperjuangkannya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mereka resmi menikah pada tahun 1968. Selain itu, ia dikenal sebagai sosok olahragawan yang sempat mewakili negaranya dalam ajang Olimpiade melalui kecintaannya pada olahraga layar.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir masa kepemimpinannya diuji oleh sejumlah kontroversi keluarga kerajaan serta masalah kesehatan yang silih berganti, Raja Harald V tetap konsisten menolak untuk turun takhta. Kepergian sang pemimpin kini meninggalkan duka mendalam sekaligus tantangan baru bagi kelanjutan roda monarki di Norwegia.