Pemerintah Siprus Utara secara tegas mengecam berbagai langkah yang dilakukan oleh pihak Siprus Selatan dalam berupaya menghalangi penyelenggaraan event internasional di wilayah bagian utara pulau tersebut.
Sebagaimana diwartakan, ketegangan ini bermula ketika festival musik internasional NEXUS terpaksa dibatalkan akibat tekanan dan aksi protes dari para aktivis serta kelompok politik di Siprus Selatan.
Tidak berhenti di situ, penolakan serupa juga diarahkan pada sebuah festival musik yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober mendatang, serta rencana pemusatan latihan sepak bola usia dini oleh akademi klub raksasa Spanyol, Barcelona.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePartai sayap kanan Siprus Selatan, ELAM, secara terbuka mendesak agar kedua agenda tersebut dibatalkan dengan alasan bahwa wilayah utara merupakan kawasan sengketa yang tidak seharusnya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan resmi klub Eropa.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Siprus Utara Tufan Erhürman menyatakan bahwa tindakan blokade tersebut sengaja dilakukan untuk membatasi ruang gerak serta interaksi warga Siprus Utara dengan komunitas global.
Senada dengan sang presiden, Perdana Menteri Ünal Üstel menilai bahwa berbagai inisiatif penolakan itu menunjukkan niat buruk pihak tertentu di Siprus Selatan yang merasa terganggu dengan kiprah budaya dan prestasi internasional warga Siprus Utara.
Sebagaimana diketahui, pulau Siprus telah terbelah sejak tahun 1974, di mana wilayah Siprus Utara hingga kini hanya diakui secara resmi oleh pemerintah Turki.