Sebagaimana diwartakan, sebuah rumah produksi furnitur yang berlokasi di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, mendadak ludes dilalap si jago merah pada Kamis malam. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan dua lantai yang berada di tepi jalan raya tersebut.
Menurut laporan media, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar sekitar pukul 18.00 WIB dalam kondisi bangunan yang sedang kosong ditinggal pemiliknya. "Api dari belakang. Saat itu masih kecil," ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian saat menceritakan detik-detik awal kemunculan api.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba. Sebanyak tiga unit armada damkar dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang cepat merambat karena banyaknya material kayu dan tiner di dalam bangunan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDikutip dari keterangan resmi kepolisian, Kapolsek Kebonarum AKP Suyana menyampaikan bahwa hasil penelusuran awal menunjukkan api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik pada mesin produksi. "Biasanya itu dimatikan tapi tidak dicabut dan aliran listrik masih ada. Kemudian dari situ diduga terjadi korsleting. Untuk kondisi mesin habis terbakar," jelas Suyana.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, pihak kepolisian memastikan pemilik usaha harus menanggung kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan estimasi awal, total kerugian akibat terbakarnya bahan baku kayu, barang siap kirim, dan mesin produksi tersebut ditaksir mencapai Rp150 juta.