Sebagaimana diwartakan dalam laporan media olahraga internasional, masa bakti kepelatihan Eduardo Coudet bersama River Plate resmi berakhir setelah hanya bertahan selama 176 hari di klub raksasa Argentina tersebut.
Keputusan mundur ini diambil menyusul kekalahan menyakitkan dan tersingkirnya River Plate di babak 16 besar ajang Copa Sudamericana, yang membuat suasana di klub semakin diselimuti kekecewaan mendalam.
Merespons kepergian sang pelatih kepala, asisten pelatih sekaligus tangan kanan Coudet yaitu Damián Musto memilih menggunakan akun Instagram pribadinya untuk menyampaikan salam perpisahan yang sangat emosional kepada seluruh elemen klub.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam unggahannya, mantan gelandang tersebut memberikan penghormatan khusus kepada Coudet dengan menyebut bahwa dirinya tidak pernah melihat seseorang yang mencurahkan begitu banyak waktu, dedikasi, serta gairah sebesar itu untuk klub.
"Gracias Loco querido. Jamás vi a alguien ponerle la pasión, el tiempo, la dedicación y el corazón que vos le metiste desde el primer minuto en el club," tulis Damián Musto dalam pesannya yang diterjemahkan untuk menggambarkan totalitas sang pelatih.
Selain memuji rekannya, Musto juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran manajemen, para suporter setia, serta seluruh staf pekerja harian yang selalu bekerja keras di balik layar markas River Plate.
"Gracias a todo River, a su gente incondicional, sus dirigentes y sobre todo a sus trabajadores del día a día, esa gente tan valiosa e incansable que no para de laburar en silencio," imbuhnya menutup pesan perpisahan tersebut.
Sebelum kembali ke klub berstatus sebagai staf pelatih, perjalanan karier Musto dengan River Plate sempat diwarnai cerita tertunda ketika transfernya sebagai pemain pada tahun 2018 gagal terwujud di bawah era kepelatihan Marcelo Gallardo.
Meski sempat melewati berbagai rintangan termasuk sanksi doping dan membela berbagai klub internasional di masa lalu, kesempatan bergabung kembali sebagai staf pelatih menjadi sebuah bentuk penebusan manis bagi perjalanan sepak bolanya di Núñez.