Utang bruto pemerintah Amerika Serikat untuk pertama kalinya mencatatkan rekor fantastis dengan menembus angka 40 triliun dolar AS. Berdasarkan laporan media internasional, pencapaian angka ini menandai transformasi ekonomi yang masif karena utang publik tersebut telah berlipat ganda dalam waktu kurang dari satu dekade terakhir.
Menurut analisis dari Kantor Anggaran Kongres AS, beban utang bruto kini telah melampaui nilai Produk Domestik Bruto negara tersebut. Tingkat defisit federal yang mendekati enam persen dari total produk turut memperparah keadaan, membuat laju pertumbuhan utang jauh melampaui kapasitas ekonomi nasional yang ada.
Sebagaimana diwartakan oleh berbagai sumber finansial, situasi ini sering kali dibandingkan dengan kondisi ekonomi Argentina yang kerap menjadi contoh klasik salah urus makroekonomi. Kendati demikian, para ahli menilai bahwa Amerika Serikat tidak menghadapi risiko insolvensi yang sama karena status dolar sebagai aset cadangan utama dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBiaya bersih layanan utang AS pada tahun 2025 bahkan telah melompat hingga mencapai 970 miliar dolar AS, sebuah angka yang melampaui anggaran pertahanan nasional. Beban bunga yang semakin membengkak ini dikhawatirkan dapat memicu lingkaran setan fiskal yang berujung pada penyusutan investasi domestik.
Di sisi lain, pemotongan pajak besar-besaran yang digagas oleh sejumlah pemerintahan sebelumnya turut memperparah defisit anggaran secara struktural. Tanpa adanya reformasi fiskal yang komprehensif serta penyesuaian belanja publik, pasar keuangan global diprediksi akan merespons melalui kenaikan suku bunga riil.