Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali bersiap menyambut gelombang emiten baru seiring adanya antrean perusahaan yang ingin melantai di pasar modal.
Berdasarkan laporan dari media Suara.com, terdapat sebanyak tujuh perusahaan yang saat ini sedang mengantre untuk melaksanakan Initial Public Offering atau IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihindalam keterangannya di Jakarta menyampaikan bahwa dari total tujuh perusahaan tersebut, terdapat variasi ukuran aset yang cukup beragam sesuai klasifikasi POJK.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan resmi dari pejabat bursa, tercatat tiga perusahaan memiliki skala aset besar di atas Rp250 miliar, dua perusahaan beraset menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset kecil di bawah Rp50 miliar.
Lebih lanjut diungkapkan, "Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," demikian pernyataan yang dikutip dari laporan Suara.com.
Dari segi sektoral, komposisi perusahaan yang masuk dalam antrean IPO tersebut didominasi oleh sektor kesehatan sebanyak empat perusahaan, disusul satu perusahaan dari sektor barang konsumen primer, satu dari sektor energi, serta satu dari sektor industri.
Sementara itu, hingga 28 Agustus 2026, BEI mencatat sudah ada tujuh perusahaan yang sukses melangsungkan IPO dengan total perolehan dana mencapai Rp2,16 triliun, sehingga total emiten tercatat di pasar modal Indonesia kini menembus angka 963 perusahaan.