Sebagaimana diwartakan oleh berbagai media, dunia kerajaan Uganda tengah berduka mendalam atas kepergian Omukama Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV atau yang lebih dikenal sebagai Raja Oyo Nyimba. Penguasa Kerajaan Tooro tersebut meninggal dunia pada usia 34 tahun ketika sedang menjalani perawatan medis di Amerika Serikat.
Dikutip dari laporan Tribunnews, Perdana Menteri Kerajaan Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki, menyatakan bahwa kepergian sang raja merupakan kehilangan besar bagi keluarga istana dan seluruh masyarakat Uganda. Pihak kerajaan juga memastikan kelanjutan institusi monarki dengan adanya seorang putra mahkota yang akan diumumkan kemudian.
Lahir pada 16 April 1992, Raja Oyo merupakan putra dari pasangan Omukama Patrick David Matthew Rwamuhokya Kaboyo Olimi III dan Queen Mother Best Kemigisa. Kehidupan masa kecilnya berubah drastis ketika sang ayah wafat pada tahun 1995, yang membuatnya harus mewarisi takhta kerajaan saat usianya baru menginjak tiga tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan catatan sejarah, penobatan tersebut menjadikan Raja Oyo sebagai raja termuda yang sedang berkuasa pada masanya. Rekor unik ini bahkan membawanya masuk ke dalam Guinness World Records, menarik perhatian dunia internasional terhadap Kerajaan Tooro di Uganda.
Mengutip keterangan resmi kerajaan, karena usianya yang masih sangat belia saat naik takhta, pemerintahan dijalankan oleh dewan wali dan anggota keluarga kerajaan. Tokoh-tokoh penting seperti ibunya serta Presiden Uganda Yoweri Museveni turut berperan mendampingi hingga Raja Oyo mulai mengambil alih kendali penuh saat beranjak dewasa.