Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kisah Andrew Carnegie, Raja Baja AS...
INTERNASIONAL

Kisah Andrew Carnegie, Raja Baja AS yang Donasikan 90 Persen Harta

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 29 Agustus 2026
Andrew Carnegie industrialis baja AS dan filantropis dermawan

Andrew Carnegie industrialis baja AS dan filantropis dermawan

Andrew Carnegie lahir di Dunfermline, Skotlandia, pada 25 November 1835 dalam keluarga penenun sederhana sebelum akhirnya bermigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1848 di usia 12 tahun.

Setibanya di Allegheny, Pennsylvania, Carnegie memulai kariernya dari bawah dengan bekerja sebagai bocah bobbin di pabrik kapas dengan upah 1,20 dolar Amerika Serikat per minggu.

Ketekunan mengantarkannya beralih profesi menjadi utusan telegraf hingga operator andal yang mampu menerjemahkan sinyal dengan telinga tanpa bantuan slip kertas.

Koneksi yang dibangun dari dunia telegraf membuka jalan baginya untuk bekerja di bawah pimpinan Thomas A. Scott di Pennsylvania Railroad, tempat ia belajar banyak tentang manajemen bisnis dan investasi.

Filantropi dan Warisan Sang Raja Baja

Melalui berbagai investasi cerdas di bidang perkeretaapian dan industri besi, Carnegie mengumpulkan modal besar untuk mendirikan Carnegie Steel Company yang menjadi fondasi imperium bajanya.

Pada tahun 1901, ia menjual perusahaan tersebut kepada J. P. Morgan senilai 303.450.000 dolar Amerika Serikat dan melampaui kekayaan John D. Rockefeller sebagai orang terkaya di AS pada masa itu.

Menghabiskan 18 tahun terakhir hidupnya untuk filantropi, Andrew Carnegie mendonasikan sekitar 350 juta dolar Amerika Serikat atau hampir 90 persen dari total kekayaannya.

Melalui artikelnya yang terbit pada tahun 1889 berjudul "The Gospel of Wealth", ia menyerukan kepada kaum elit kaya raya untuk menggunakan harta mereka guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan dana tersebut disalurkan untuk berbagai sektor penting seperti pembangunan perpustakaan umum, penelitian ilmiah, pendidikan tinggi, serta upaya perdamaian dunia.

Beberapa fasilitas publik dan institusi ternama yang didirikannya meliputi Carnegie Hall di New York City, Peace Palace di Den Haag, hingga Carnegie Mellon University.

Dedikasinya terhadap dunia pendidikan berakar dari masa kecil ketika ia sering meminjam buku dari perpustakaan pribadi Colonel James Anderson yang terbuka untuk para pekerja muda.

Topics
andrew carnegie filantropi sejarah amerika serikat tokoh dunia bisnis pendidikan
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.