Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Cut Syahra Imelda Putri,...
BERITA

Profil Cut Syahra Imelda Putri, Aktris dan Model Indonesia

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 28 Agustus 2026
Ilustrasi potret profil Cut Syahra Imelda Putri, aktris dan model berkebangsaan Indonesia.

Ilustrasi potret profil Cut Syahra Imelda Putri, aktris dan model berkebangsaan Indonesia.

Cut Syahra Imelda Putri, atau yang populer dengan nama panggung Cut Ara, adalah seorang aktris dan model berkebangsaan Indonesia yang lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 14 Juli 2003. Beliau meniti karier di industri hiburan nasional melalui bakat seni perannya yang konsisten di berbagai produksi televisi, FTV, dan media digital.

Peran penting Cut Ara dalam dunia hiburan tanah air tercermin dari berbagai karakter yang diperankannya dalam sejumlah serial televisi populer sejak akhir dekade 2010-an hingga saat ini. Kehadirannya di layar kaca memberikan warna tersendiri dalam industri seni peran Indonesia melalui kemampuan adaptasinya dalam berbagai genre drama televisi.

Latar belakang keterjunan beliau di dunia hiburan bermula dari ketertarikannya pada seni peran yang kemudian membawanya membintangi berbagai judul film televisi sebelum akhirnya merambah ranah sinetron harian nasional. Berdasarkan arsip biografi dari platform ensiklopedia terbuka dan portal profil profesional seperti Dailysia, rekam jejaknya terus berkembang seiring bertambahnya portofolio karya seni.

Artikel ini menguraikan secara sistematis latar belakang kehidupan, awal mula perjalanan karier seni peran, serta berbagai karya dan kontribusi penting Cut Syahra Imelda Putri di industri hiburan Indonesia.

Latar Belakang dan Awal Karier

Cut Syahra Imelda Putri lahir di kota Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 14 Juli 2003. Beliau dibesarkan di Indonesia dan menunjukkan minat yang besar terhadap dunia seni hiburan sejak usia muda sebelum memutuskan untuk menekuni bidang seni peran secara profesional.

Pendidikan formal dan non-formal yang ditempuh beliau berjalan beriringan dengan awal mula langkahnya di dunia hiburan nasional. Dukungan serta ketekunan dalam mengasah kemampuan akting menjadi landasan penting bagi beliau untuk menembus industri penyiaran televisi.

Pengalaman awal Cut Ara di dunia seni peran dimulai melalui keterlibatannya dalam berbagai produksi Film Televisi (FTV) sejak tahun 2018. Melalui medium FTV tersebut, beliau mulai mengasah kemampuan akting di depan kamera dan membangun jam terbang yang memadai.

Transisi dari aktor FTV menuju dunia sinetron harian membuka peluang yang lebih luas bagi Cut Ara untuk dikenal secara nasional oleh para penikmat drama televisi di seluruh Indonesia.

Karier Seni Peran dan Pencapaian

Perjalanan karier seni peran Cut Ara semakin bersinar ketika beliau mulai membintangi sejumlah judul serial televisi populer. Namanya mulai dikenal luas melalui perannya sebagai Putri dalam sinetron Pengantin Dini (2019) serta keterlibatannya dalam sinetron Putri Mahkota pada tahun 2020.

Pencapaian dan puncak popularitas beliau di layar kaca semakin dikukuhkan saat memerankan karakter Rifa dalam sinetron harian IPA & IPS (2021-2022) yang ditayangkan di GTV. Selain itu, beliau juga turut membintangi berbagai judul serial televisi lainnya seperti Sayap Cinta Terindah (2023) dan Cahaya Cinta Azzura (2023) di RCTI.

Di samping membintangi sinetron, portofolio akting beliau mencakup puluhan judul FTV sejak 2018, di antaranya Dokter Ganteng Penghempas Sakit Hati dan Galau (2018), Pintu Berkah: Pemburu Jamur Liar Berhasil Menjadi Eksportir Sukses (2020), hingga serial antologi Suara Hati Istri (2021).

Selain aktif di dunia seni peran televisi dan FTV, Cut Ara juga memperluas eksistensinya dengan menjadi model video klip untuk lagu berjudul Solicitude yang dibawakan oleh Gabriel Prince pada tahun 2021, serta aktif membangun interaksi publik melalui media sosial digital.

Topics
tokoh indonesia aktris model sinetron pemeran ftv
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.