Studi terbaru dari University of Western Australia mengungkap misteri objek kompak misterius yang dikenal sebagai little red dots di alam semesta awal berdasarkan pengamatan teleskop luar angkasa.
Objek-objek tersebut merupakan sumber cahaya yang kecil, luar biasa terang, serta berwarna kemerahan yang mendominasi pengamatan di bagian alam semesta yang sangat jauh dan tua.
Penemuan ini sempat menantang model pembentukan galaksi dan lubang hitam yang ada karena sebagian di antaranya memancarkan energi sangat besar meskipun ukurannya sangat kompak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenelitian tersebut mengindikasikan bahwa objek-objek ini berkaitan erat dengan lubang hitam supermasif yang sedang tumbuh pesat dan dikelilingi awan gas serta debu tebal.
Peran Penting Little Red Dots dalam Evolusi Galaksi Kuno
Para peneliti menggunakan data dari James Webb Space Telescope guna meneliti spektrum cahaya untuk membedakan radiasi bintang dan material yang jatuh ke dalam lubang hitam.
Keberadaan little red dots diyakini sudah ada ketika alam semesta berusia kurang dari 1,5 miliar tahun, memberikan pandangan langka mengenai periode pembentukan kosmik.
Pemahaman mengenai objek ini dapat membantu para ilmuwan menjelaskan bagaimana lubang hitam supermasif dapat tumbuh begitu besar pada awal sejarah alam semesta.
Kemampuan pengamatan inframerah dari James Webb Space Telescope memungkinkan para ilmuwan meneliti sumber kuno yang cahayanya telah diregangkan oleh ekspansi alam semesta.
Temuan ini memperkaya riset yang menunjukkan bahwa alam semesta purba memiliki populasi lubang hitam aktif yang jauh lebih dinamis daripada yang diperkirakan sebelumnya.