Sebanyak 12 galaksi radio redup berhasil dikonfirmasi oleh para astronom setelah jet raksasa mereka berhenti beroperasi. Temuan penting ini mengungkap populasi sisa-sisa kosmik yang berusia lebih muda dari banyak temuan sebelumnya di alam semesta.
Para peneliti dari University of Cape Town dan Inter-University Institute for Data Intensive Astronomy menguji 14 kandidat galaksi radio sisa di area XMM-Newton Large-Scale Structure. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 galaksi lolos uji spektral detail sementara dua sisanya masih berstatus aktif.
Galaksi radio aktif umumnya memiliki inti galaksi aktif atau AGN yang mampu melontarkan dua jet relativistik ke arah berlawanan sejauh ratusan kiloparsec hingga beberapa megaparsec. Aktivitas masif tersebut dapat berlangsung hingga jutaan tahun sebelum akhirnya meredup saat pasokan partikel berenergi tinggi terhenti.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenggunaan jangkauan frekuensi yang sangat luas dari berbagai fasilitas teleskop memungkinkan tim peneliti mengukur kurva spektrum radio seiring bertambah usianya populasi elektron. Pemodelan spektral menunjukkan bahwa 12 sumber tersebut memiliki usia spektral total berkisar antara 8,06 juta hingga 41,97 juta tahun dengan median sekitar 12 juta tahun.
Pengaruh Pergeseran Merah dan Usia Spektral Galaksi
Usia rata-rata tersebut secara sistematis lebih muda dibandingkan sisa-sisa galaksi klasik yang ditemukan dalam penelitian terdahulu. Kondisi ini mengindikasikan keberadaan populasi sisa radio berumur pendek dengan periode aktif dan tenang yang relatif singkat.
Sebagian besar sumber galaksi dalam penelitian ini berada pada kisaran pergeseran merah atau redshift antara 0,67 hingga 2,85, membuat mereka jauh lebih berjarak dibandingkan sisa-sisa kosmik dari studi sebelumnya. Interaksi partikel dengan latar belakang gelombang mikro kosmik yang lebih padat di jarak jauh menyebabkan elektron mendingin lebih cepat.
Analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif antara pergeseran merah dan usia spektral di mana sisa-sisa galaksi yang lebih muda tampak lebih sering muncul pada jarak yang lebih jauh. Hal ini konsisten dengan asumsi bahwa sisa radio ber-redshift tinggi memudar lebih cepat sehingga tampak dalam durasi yang lebih singkat.
Pemetaan spasial usia partikel juga memperlihatkan bahwa lobus radio tidak menjadi statis begitu jetnya menghilang, melainkan menampilkan gradien usia yang terorganisir. Plasma yang lebih muda terlihat mengarah ke bagian ujung lobus, sementara material yang lebih tua berada lebih dekat dengan inti galaksi.
Hasil riset mendalam ini dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Temuan tersebut membuka jalan bagi astronom untuk memahami siklus tugas lubang hitam supermasif serta dinamika galaksi radio secara lebih komprehensif.