Sebagaimana diwartakan oleh The Age, sektor properti di Australia tengah mengalami masa-masa sulit akibat penurunan harga rumah yang dipicu oleh kenaikan suku bunga serta perubahan aturan pajak bagi investor. Kondisi ini membuat para agen real estat yang dulunya meraup keuntungan besar kini harus beralih taktik demi menarik minat calon pembeli di tengah pasar yang lesu.
Berdasarkan laporan media tersebut, sejumlah agen terpaksa mengubah gaya komunikasi mereka di media sosial dari yang sebelumnya gemar memamerkan penjualan fantastis menjadi lebih berhati-hati. Beberapa di antaranya bahkan kedapatan membuat konten kreatif yang tidak biasa, seperti memanfaatkan foto buatan kecerdasan buatan atau AI untuk memancing perhatian publik terhadap daftar properti yang sedang dijual.
Charles Touma, seorang agen dari Ray White di wilayah Sydney, secara rutin mengangkat isu pelemahan pasar melalui akun Instagram pribadinya guna mengedukasi para pencari rumah. Dalam salah satu videonya, ia mengingatkan agar para pembeli tidak menunggu harga jatuh terlalu dalam karena justru berisiko kehilangan kesempatan mendapatkan hunian berkualitas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut keterangan agen asal Newcastle, Liam Cromarty, tekanan pasar yang berat juga membuat banyak tenaga pemasaran properti mulai meninggalkan industri ini atau bahkan mencari pekerjaan sampingan demi menyambung hidup. Cromarty juga memperingatkan para pembeli agar tidak mengajukan penawaran harga yang terlalu rendah karena dinilai bisa menyinggung perasaan pemilik properti.
Sementara itu, pengamat lelang properti Tom Panos menilai bahwa para agen di berbagai wilayah kini berlomba-lomba mencari perhatian publik secara online untuk mengembalikan antusiasme pasar yang sempat meredup. Ia mengingatkan para pelaku industri agar tidak sekadar memproduksi optimisme palsu, melainkan harus jujur menghadapi realitas pasar yang sedang tidak nyaman.
Data industri mencatat bahwa nilai median rumah di Sydney telah merosot hingga 5,3 persen sejak Januari, sementara Melbourne mengalami penurunan sekitar 5,1 persen sejak November tahun lalu. Para ahli memprediksi tren pemulihan pasar properti baru akan mulai terlihat pada akhir tahun depan atau awal 2028 seiring dinamika ekonomi makro yang terus berjalan.