Berdasarkan laporan media, perkembangan era digital kini telah merambah hingga ke pelosok pedesaan termasuk kawasan lereng gunung. Hal tersebut dibuktikan oleh Ali Aflahal, seorang pemilik warung sembako di Kabupaten Solok yang sukses mengembangkan usahanya berkat pemanfaatan teknologi modern.
Sebagaimana diwartakan oleh media lokal, Ali memulai usahanya pada tahun 2021 dengan modal yang sangat terbatas berupa satu petak kecil dan etalase sederhana. Seiring berjalannya waktu, pengusaha berusia 33 tahun ini terus memutar otak untuk memajukan usahanya dengan menghadirkan berbagai fasilitas seperti pom bensin mini serta layanan perbankan digital.
Ali mengungkapkan bahwa keputusan untuk menyediakan layanan pembayaran non tunai merupakan kunci utama dalam menggaet banyak pelanggan, terutama para pengendara yang melintasi jalur utama tersebut. "Orang-orang yang mengisi bensin biasanya bertanya apakah pembayaran bisa lewat QRIS atau transfer. Jika kita bilang tidak, maka mereka akan berlalu begitu saja," ujarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain menyediakan fasilitas QRIS, warung yang berada tepat di dekat sebuah sekolah menengah atas ini juga sangat diandalkan oleh para pelajar untuk berbagai kebutuhan transaksi digital. Mengutip keterangan dari pemilik usaha, layanan seperti pembelian paket pulsa hingga transfer saldo menjadi komoditas harian yang sangat diminati oleh kalangan anak muda.
Keberhasilan adopsi teknologi finansial melalui aplikasi perbankan seluler ini terbukti mampu mendongkrak pendapatan harian secara signifikan. Ali menyebutkan bahwa omzet kotor warungnya kini mampu mencapai angka kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per hari dengan keuntungan bersih yang memadai untuk melakukan perluasan bangunan.
Dampak positif dari inovasi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar seperti Jiffi Machlan yang merasa terbantu dengan adanya layanan tarik tunai dan transfer di warung tersebut. "Kita sangat terbantu dengan adanya layanan yang memudahkan ini karena jarak ke ATM terdekat cukup jauh dan harus mengantre," ungkapnya.