Proses kebangkitan penjualan BMW di pasar China bergantung pada strategi agresif elektrifikasi melalui peluncuran model mobil listrik terbaru di Chengdu Motor Show 2026. Berdasarkan pengamatan CleanTechnica, produsen otomotif global menghadapi tekanan berat di China akibat dominasi kendaraan listrik lokal yang mendominasi preferensi konsumen.
Sebagaimana dilaporkan China Daily, BMW memamerkan dua model eksklusif khusus pasar China dalam ajang pameran otomotif tersebut. Produsen asal Jerman itu memulai masa pra-penjualan SUV listrik Neue Klasse iX3 long-wheelbase dengan menawarkan tiga varian harga berkisar dari 269.900 yuan hingga 339.900 yuan.
Mengutip laporan CleanTechnica, pengiriman massal kendaraan tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada November mendatang dengan banderol harga yang dipastikan sama seperti saat peluncuran resmi. Model iX3 anyar ini dibekali jarak tempuh mencapai 900 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh serta teknologi penggerak 800 volt.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis CleanTechnica, model iX3 sebelumnya mencatatkan kesuksesan besar di Eropa dengan mengumpulkan 100.000 pesanan sejak debut pada 2025 lalu. Kendati demikian, persaingan ketat di China menuntut inovasi tingkat tinggi karena pasar tersebut dibanjiri beragam opsi kendaraan listrik bernilai tinggi.
Upaya keras BMW mempertahankan eksistensi global sangat ditentukan oleh keberhasilan penetrasi pasar China di tengah gelombang transisi kendaraan ramah lingkungan. Kehadiran lini Neue Klasse menjadi taruhan besar bagi pabrikan Jerman itu guna membalikkan tren penurunan penjualan mobil mewah di negara tersebut.