Kawasan sekitar Paris, Prancis, bersiap kedatangan megakompleks hiburan baru yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing berat Disneyland. Sebagaimana diwartakan oleh media Belanda NOS pada 24 Agustus 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman baru saja meneken kesepakatan bernilai fantastis mencapai 6 miliar euro atau setara dengan triliunan rupiah.
Proyek ambisius ini mencakup pembangunan tiga taman bermain modern yang berlokasi di dekat Cergy-Pontoise, kawasan seluas sekitar 35 kilometer di sebelah barat laut Paris. Menariknya, salah satu dari tiga taman rekreasi tersebut akan mengusung tema serial anime populer asal Jepang, yakni Dragon Ball Z. Ide kreatif ini dilaporkan lahir setelah kedua pemimpin tersebut mendiskusikan kecintaan mereka yang sama terhadap serial animasi legendaris itu dalam lawatan kenegaraan pada tahun 2025 lalu.
Berdasarkan laporan media massa setempat, lokasi pembangunan rencananya akan menempati lahan bekas taman hiburan Mirapolis yang terbengkalai sejak puluhan tahun silam setelah tutup pada 1991 akibat kendala finansial. Pembiayaan megakompleks hiburan ini sepenuhnya disokong oleh Qiddiya, sebuah grup investasi dan hiburan yang juga merupakan anak perusahaan dari lembaga dana kekayaan negara Arab Saudi atau Public Investment Fund.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePresiden Emmanuel Macron menyambut antusias kerja sama strategis ini karena dinilai mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan. "Sejak Disneyland Paris, kami belum pernah melihat proyek pariwisata berskala besar seperti ini," ujar Macron melalui akun media sosial pribadinya, sebagaimana dikutip dari laporan berita internasional.
Lebih lanjut, proyek prestisius tersebut diproyeksikan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi sekitar 22.000 tenaga kerja lokal di wilayah Île-de-France. Valérie Pécresse selaku Ketua Dewan Regional Île-de-France mengungkapkan bahwa persiapan dan perencanaan konsep taman bermain bertema Dragon Ball Z ini bahkan telah digodok secara intensif selama satu setengah tahun terakhir.
Megaproyek ini merupakan bagian penting dari agenda besar Vision 2030 yang dicanangkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Melalui visi tersebut, kerajaan kaya minyak ini bertekad untuk mendiversifikasi sumber pendapatan negaranya agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor minyak bumi, dengan target meraup pemasukan non-migas hingga mencapai 100 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahunnya.
Kendati disambut positif oleh pemerintah pusat dan investor, rencana pembangunan ini tidak luput dari gelombang kritik serta kekhawatiran dari kalangan politikus lokal. Sebagian pihak cemas kehadiran tiga taman bermain baru ini justru akan menggerus jumlah kunjungan wisatawan ke Disneyland Paris yang selama ini menjadi ikon pariwisata utama di Negeri Menara Eiffel.
Di sisi lain, para pejabat tinggi Prancis tetap optimis bahwa masuknya modal asing dalam jumlah besar ini membuktikan daya tarik ekonomi Prancis yang masih sangat kuat di mata dunia internasional. Walaupun demikian, detail teknis terkait skema pembiayaan lanjutan serta jadwal pasti peresmian atau tanggal pembukaan operasional masih belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Kunjungan kerja dua hari sang pangeran mahkota ke Prancis ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan bilateral yang mencakup sektor pertahanan dan ekonomi. Namun di balik kerja sama strategis bernilai raksasa tersebut, sejumlah serikat pekerja dan organisasi hak asasi manusia di Prancis tetap menyuarakan kritik terkait isu pelanggaran HAM masa lalu yang sempat disorot publik internasional, meskipun pihak kerajaan Arab Saudi senantiasa membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepada kepemimpinan mereka.