Sebagaimana diwartakan oleh media regional, mantan Presiden Joko Widodo mendapat sorotan publik lantaran belum terlihat mengunjungi langsung lokasi terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 23 Agustus 2026, bencana gempa yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia, 1.286 orang mengalami luka-luka, serta lebih dari 161.000 warga mengungsi.
Menanggapi berbagai pertanyaan publik yang membandingkannya dengan kunjungan cepat saat Badai Seroja tahun 2021 lalu, organisasi masyarakat pendukung setia Jokowi, Projo, angkat bicara memberikan penjelasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSekjen Projo, Freddy Alex Damanik, menyatakan bahwa masyarakat sebaiknya tidak buru-buru menilai karena posisi Joko Widodo saat ini sudah berbeda dan tidak lagi memegang kendali pemerintahan aktif.
"Pak Jokowi memang pernah datang langsung ke NTT ketika terjadi bencana Seroja pada 2021, ketika beliau masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Tetapi situasinya sekarang berbeda. Pak Jokowi sudah tidak menjabat sebagai Presiden. Karena itu, kewenangan dan tanggung jawab utama dalam penanganan bencana sekarang berada pada pemerintah yang sedang menjalankan pemerintahan," ujar Freddy Alex Damanik.