Pelestarian seni budaya di Kalimantan Timur dinilai tidak cukup hanya dengan mempertahankan berbagai pertunjukan semata. Berdasarkan laporan media, budaya perlu berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan serta nilai agama agar menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.
Pandangan tersebut disampaikan oleh sesepuh Ika Pakarti Kaltim, Rusmadi Wongso, dalam rangkaian puncak milad Ika Pakarti ke-23 yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026. Ia memandang bahwa seni budaya, pendidikan, dan nilai spiritual memiliki keterkaitan erat dalam membentuk karakter masyarakat.
Bagi Rusmadi Wongso, seni memberikan ruang bagi manusia untuk menghargai keindahan serta menciptakan kehidupan yang lebih bermakna. Sementara itu, ilmu pengetahuan berfungsi sebagai bekal rasional untuk menghadapi beragam persoalan hidup.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, Rusmadi Wongso mengungkapkan bahwa hidup dengan seni akan membuat kehidupan menjadi indah, hidup dengan ilmu menjadikan segala urusan lebih mudah, serta hidup dengan agama membuat arah langkah menjadi terarah.
Konsep tersebut dinilai sangat relevan bagi Kalimantan Timur yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya yang majemuk. Keragaman ini membutuhkan komitmen bersama untuk merawat identitas sekaligus menjaga kebersamaan dalam semangat guyub rukun.
Rusmadi Wongso juga menyoroti pentingnya regenerasi seni tradisional seperti wayang kulit agar tetap dicintai oleh generasi muda di tengah gempuran modernisasi dan teknologi. Organisasi paguyuban diharapkan mampu menjadi jembatan strategis dalam mendukung visi pembangunan serta mewujudkan generasi emas di Kalimantan Timur.