Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Iran Syaratkan Pembukaan Selat...
INTERNASIONAL

Iran Syaratkan Pembukaan Selat Hormuz ke Kepatuhan AS

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 29 Agustus 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetapkan syarat buka Selat Hormuz untuk AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetapkan syarat buka Selat Hormuz untuk AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa Teheran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran khusus melalui Selat Hormuz. Kebijakan tersebut mengaitkan pembukaan kembali jalur perairan strategis tersebut dengan pemenuhan komitmen Amerika Serikat terhadap Memorandum Islamabad yang sebelumnya sempat runtuh.

Dalam pernyataan kepada media pemerintah Iran yang dikutip dari Islamic Republic News Agency pada Jumat, Pezeshkian menegaskan kesepakatan rute lintas tersebut telah dilaporkan kepada pemimpin tertinggi negara. "Kami sepakat dengan Oman mengenai rute lintas melalui Hormuz, dan jika AS memenuhi komitmennya di bawah memorandum kesepahaman, kami akan membuka selat tersebut," ujarnya.

Pezeshkian membeberkan sejumlah syarat utama agar jalur distribusi minyak krusial itu dapat kembali beroperasi secara normal. Persyaratan tersebut mencakup pencabutan sanksi dan blokade, pencairan aset yang dibekukan, dimulainya rencana investasi senilai 300 miliar dolar AS, serta penghentian perang di Lebanon.

Inisiatif diplomatik ini mendapatkan dukungan kuat di tingkat internal pemerintahan Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mencatatkan konsensus luar biasa dengan perolehan 12 suara setuju dari total 13 anggota yang hadir.

Memorandum Islamabad dan Rencana Investasi

Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada bulan Juni lalu sejatinya dirancang untuk memperpanjang gencatan senjata bulan April antara Washington dan Teheran. Kerangka kerja tersebut sempat melonggarkan sanksi dan memulai perundingan pelepasan dana Iran yang tertahan sebelum akhirnya kolaps bulan lalu.

Pezeshkian menjelaskan bahwa kesepakatan awal tersebut runtuh akibat pihak Amerika Serikat gagal mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama. "Karena mereka tidak patuh, memorandum kesepahaman tersebut akhirnya kolaps," kata sang presiden mengenai runtuhnya perjanjian tersebut.

Di tengah mandeknya kesepakatan utama, pemerintah Iran dan Oman tetap melanjutkan pembicaraan intensif guna mengelola alur pelayaran di perairan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas jalur logistik minyak global yang sangat vital bagi perdagangan internasional.

Pihak perunding Amerika Serikat disebut mulai menunjukkan sinyal penerimaan terhadap keharusan kembali ke dalam ketentuan memorandum. Teheran menegaskan komitmennya untuk memantau pelaksanaan seluruh poin persyaratan sebelum membuka penuh akses Selat Hormuz.

Topics
iran selat hormuz masoud pezeshkian amerika serikat oman memorandum islamabad sanksi minyak timur tengah ekonomi
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.