Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menyatakan bahwa Iran dan Oman telah bersepakat membuka koridor pelayaran sementara di Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal yang keluar dan masuk. Kesepakatan tersebut diumumkan pada Jumat, 29 Agustus 2026, menyusul pembahasan mendalam mengenai keamanan perairan strategis tersebut.
Menurut Rezaei, koridor sementara itu terletak di tengah Selat Hormuz dengan sebagian wilayahnya berada di perairan Iran dan sebagian lainnya berada di perairan Oman, di mana kedua negara akan mengelola proses keluar masuk kapal secara bersama-sama.
"Jika pihak Amerika mengimplementasikan kondisi kami dan bertindak sesuai dengan ketentuan tersebut serta Selat Hormuz dibuka kembali menyusul kepatuhan mereka, kapal-kapal akan melewati rute baru yang terletak di tengah Selat Hormuz ini," ujar Rezaei dalam wawancara eksklusif dengan Al-Manar TV.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, Rezaei mengaitkan pembukaan penuh jalur pelayaran tersebut dengan keseriusan Washington dalam memenuhi berbagai syarat dari Teheran, termasuk upaya mengakhiri perang di kawasan Asia Barat khususnya di Lebanon dan Jalur Gaza.
Syarat Iran dan Teguran Keras untuk Amerika Serikat
Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menegaskan bahwa pemulihan penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat dipisahkan dari penyelesaian konflik regional yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Teheran menetapkan sejumlah prasyarat mutlak bagi Amerika Serikat sebelum kesepakatan damai jangka panjang dapat tercapai.
"Syarat-syarat kami meliputi penghentian perang di berbagai arena Asia Barat terutama Lebanon, penarikan rezim Israel dari wilayah Lebanon yang telah direbut, penghentian perang di Jalur Gaza, serta penghentian serangan Israel ke Suriah," jelas Rezaei.
Ia menambahkan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan terburuk jika konfrontasi kembali berlanjut, meskipun Teheran tidak mencari perang dan menilai bahwa setiap konflik di masa depan akan berbeda dari pertempuran-pertempuran sebelumnya.
Selain itu, Rezaei memperingatkan bahwa Teheran akan merespons segala bentuk eskalasi ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat melalui langkah balasan yang menyasar kepentingan ekonomi AS di kawasan.