Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Gabriel Perez Didenda 173 Ribu USD...
INTERNASIONAL

Gabriel Perez Didenda 173 Ribu USD Karena Taruhan Kalshi

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 29 Agustus 2026
Gabriel Perez didenda CFTC terkait perdagangan ilegal di Kalshi

Gabriel Perez didenda CFTC terkait perdagangan ilegal di Kalshi

Gabriel Perez selaku operator teleprompter Gedung Putih dijatuhi sanksi membayar denda dan menyerahkan keuntungan hampir 173.000 USD oleh regulator federal akibat melakukan praktik perdagangan ilegal menggunakan informasi rahasia. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS atau CFTC mengumumkan pada hari Jumat bahwa Perez dilarang melakukan aktivitas trading selama 3 tahun ke depan.

Berdasarkan temuan CFTC, Gabriel Perez memanfaatkan akses awal terhadap draf pidato Presiden Donald Trump antara bulan Desember 2025 hingga Februari 2026 untuk bertaruh pada pasar prediksi Kalshi. Kontrak berjangka tersebut memperjualbelikan kata atau frasa tertentu yang diprediksi akan diucapkan oleh Trump dalam pidato publik resminya.

Dari aktivitas trading ilegal tersebut, Perez berhasil meraup keuntungan sebesar 107.539 USD yang kini wajib diserahkan kepada pihak berwenang. Selain pengembalian dana keuntungan, ia juga dijatuhi hukuman denda perdata sebesar 65.000 USD setelah melalui proses investigasi mendalam.

Pihak Kalshi menyatakan bahwa aktivitas mencurigakan ini pertama kali terdeteksi oleh sistem pengawasan internal perusahaan sebelum akhirnya dilaporkan kepada regulator federal. Akun milik Perez langsung dibekukan oleh pihak bursa sebelum ia sempat menarik sebagian besar keuntungan dari hasil perdagangan tersebut.

Reaksi Gedung Putih dan Kalshi Terhadap Kasus Gabriel Perez

Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt memberikan tanggapan tegas mengenai kasus pelanggaran yang melibatkan staf internal pemerintah tersebut. Leavitt menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan terkait tindakan tercela tersebut dan menilai perbuatan itu sebagai sebuah noda besar.

Robert DeNault selaku Kepala Penegakan Hukum Kalshi menegaskan bahwa setiap trader yang melanggar aturan bursa maupun hukum federal harus bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka. Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat akan terus diterapkan tanpa memandang status pekerjaan atau latar belakang individu di platform tersebut.

Kasus pelanggaran etik ini terungkap setelah sistem pemantauan Kalshi mencatat adanya lonjakan transaksi tidak biasa yang berkaitan dengan materi pidato kepresidenan. Laporan dari para pelaku pasar melalui saluran pengaduan whistleblower turut mempercepat proses investigasi internal perusahaan.

Gabriel Perez sebelumnya telah ditempatkan dalam status cuti administratif berbayar sejak bulan Juli lalu menyusul dimulainya penyelidikan atas kasus pelanggaran perdagangan tersebut. Pihak Gedung Putih hingga kini masih meninjau status kepegawaian lanjutan bagi operator teleprompter yang telah bekerja sejak tahun 2016 itu.

Topics
gabriel perez cftc kalshi gedung putih donald trump trading ilegal amerika serikat hukum
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.