Hakim federal di San Francisco Rita F. Lin secara permanen membatalkan larangan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap penggunaan chatbot Claude buatan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic di seluruh instansi federal pada Kamis, 28 Agustus 2026. Putusan setebal 59 halaman tersebut menyatakan bahwa label risiko rantai pasok yang dikeluarkan oleh Pentagon merupakan bentuk pembalasan inkonstitusional terhadap perusahaan yang menolak melonggarkan aturan keselamatannya.
Keputusan yang dikeluarkan Hakim Lin mengubah perintah pendahuluan dari bulan Maret menjadi perintah permanen yang melarang badan-badan federal memberlakukan larangan tersebut. Pengadilan menemukan bahwa Departemen Pertahanan melanggar hak Amandemen Pertama perusahaan serta perlindungan due process berdasarkan Amandemen Kelima dalam kasus yang melibatkan perselisihan kontrak militer senilai USD 200 juta.
Dalam putusannya, Hakim Lin menegaskan bahwa alasan keamanan nasional tidak boleh digunakan secara sembarangan untuk menghukum pihak yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Pemerintah sebelumnya memasukkan perusahaan asal Silicon Valley tersebut ke dalam daftar hitam setelah negosiasi mengenai klausul penggunaan apa pun gagal mencapai kesepakatan pada awal tahun 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLarangan tersebut awalnya memicu perdebatan luas karena memaksa kontraktor utama seperti Amazon Web Services, Microsoft, dan Palantir untuk memastikan mereka tidak menggunakan teknologi Claude dalam operasi militer. Meskipun meraih kemenangan penting di pengadilan San Francisco, sanksi administratif terpisah di Pengadilan Banding D.C. Circuit masih berlanjut bagi perusahaan rintisan tersebut.
Dinamika Kontrak Militer dan Sengketa Hukum AI
Sengketa hukum bermula ketika kontrak senilai USD 200 juta yang dianugerahkan oleh Kantor Kepala Digital dan Kecerdasan Buatan Pentagon pada Juli 2025 kandas pada awal 2026. Anthropic menolak untuk menghapus batasan kontraktual yang melarang penggunaan Claude untuk pengawasan massal domestik atau senjata otonom penuh bagi militer.
Sebagai respons atas penolakan tersebut, Presiden Trump memerintahkan seluruh instansi federal untuk segera menghentikan penggunaan teknologi Anthropic dalam waktu enam bulan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara resmi menyatakan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasok pada hari yang sama dengan alasan keamanan nasional.
Di tengah perselisihan hukum yang sedang berjalan, perusahaan pesaing OpenAI justru mengamankan kesepakatan terpisah untuk menyebarkan model mereka pada jaringan militer rahasia. Langkah tersebut memicu perdebatan internal di industri teknologi serta pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan tersebut.
Pemerintah federal diperkirakan akan mengajukan banding atas putusan Hakim Lin ke tingkat pengadilan yang lebih tinggi. Dengan adanya kasus lain yang masih berjalan di D.C. Circuit, pertikaian antara Washington dan para pengembang kecerdasan buatan di Silicon Valley diprediksi masih akan terus berlanjut.