Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengambil langkah strategis dalam membenahi sistem transportasi publik di ibu kota Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan berita-sulsel.com, Pemkot Makassar menjajaki kerja sama langsung dengan manajemen PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta untuk menghadirkan bus terintegrasi yang modern.
Langkah konkret ini diawali melalui pertemuan virtual atau kick-off meeting yang dipimpin langsung oleh Munafri Arifuddin bersama Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza. Sebagaimana diwartakan, rapat strategis tersebut turut dihadiri oleh jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD Pemkot Makassar dari berbagai bidang penting.
Dalam pemaparannya, Munafri mengungkapkan bahwa kebutuhan moda transportasi massal yang layak di Makassar sudah sangat mendesak. Lonjakan mobilitas harian warga yang keluar masuk kota menjadi alasan utama perlunya penataan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami mengucapkan terima kasih atas waktu Pak Dirut beserta tim untuk menindaklanjuti hasil pertemuan kita beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Pemerintah Kota Makassar berniat kuat membangun sebuah sistem transportasi yang tepercaya di kota ini," ujar Munafri sebagaimana dikutip dari laporan media.
Lebih lanjut, Munafri merinci dinamika kependudukan di wilayahnya yang menunjukkan angka signifikan setiap harinya. Jumlah penduduk Kota Makassar tercatat berkisar 1,4 juta jiwa pada malam hari, sementara pada siang hari pergerakan warga menembus hampir 2 juta jiwa akibat mobilitas komuter.
Meski Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengoperasikan Bus Trans Sulsel, Pemkot Makassar berencana menghadirkan jalur pengumpan atau feeder. Layanan ini dirancang untuk menghubungkan kawasan pemukiman dengan pusat aktivitas tanpa mematikan mata pencaharian moda transportasi lokal yang sudah ada.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan daring tersebut, Munafri mengumumkan pembentukan tim khusus gabungan. Tim ini bertugas mengkaji seluruh perencanaan dari awal agar realisasi bus terintegrasi di Makassar dapat berjalan dengan matang dan terarah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Rheza menjelaskan bahwa pertemuan tersebut masih berada pada tahap pengenalan profil serta skema tata kelola. Pihak Transjakarta memaparkan berbagai pola operasional sukses yang telah diterapkan di ibu kota negara.
"Pihak Transjakarta menawarkan skema kerja sama dalam penyediaan transportasi publik di Makassar. Mereka tadi memaparkan profil perusahaan serta berbagai pola operasional yang sukses mereka jalankan," jelas Rheza dalam keterangannya.
Kendati demikian, Pemkot Makassar belum menetapkan bentuk kerja sama teknis secara final. Pembahasan lanjutan secara intensif akan terus dilakukan guna menyelaraskan konsep pengelolaan transportasi modern yang ideal bagi masyarakat Makassar.