Sebagaimana diberitakan, kisah inspiratif sekaligus dilematis datang dari Asma Wafa Ahdina, seorang calon mahasiswi yang berhasil menembus ketatnya seleksi Program S-1 Kedokteran Militer Universitas Pertahanan (Unhan) RI Tahun Akademik 2026/2027. Di saat banyak orang mendambakan posisi tersebut, Wafa justru mengambil langkah berani dengan memilih mundur karena dihadapkan pada aturan internal yang mewajibkan mahasiswi untuk melepaskan jilbab.
Mengutip laporan media, perjalanan Wafa untuk bisa lolos ke Unhan bukanlah proses yang instan. Sebagai alumni kelas 12 Paket C dari PKBM Generasi Juara, ia berjuang melalui jalur pendidikan nonformal hingga akhirnya dinyatakan lulus seleksi tingkat pusat. Tidak hanya itu, prestasi akademisnya juga teruji setelah ia turut lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 untuk Program Studi Pendidikan Dokter di UIN Jakarta.
Keputusan berat untuk melepas kesempatan emas di Unhan tersebut dibagikan langsung oleh Wafa melalui akun Instagram pribadinya, yang kemudian mendadak viral dan dibanjiri ribuan dukungan publik. Dalam unggahannya, Wafa menceritakan bahwa dorongan kuat awalnya datang dari sang ibu yang ingin melihat anaknya berkarier di dunia militer. "Namun, takdir berkata lain, ibu saya yang memang ingin anaknya ada yang jadi tentara mengirim informasi bahwa UNHAN sedang membuka penerimaan mahasiswa baru," tulisnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah melakukan penelusuran dan konfirmasi lebih lanjut, Wafa mengetahui bahwa arahan pelepasan jilbab merupakan kebijakan internal institusi tanpa adanya klausul tertulis yang jelas sejak awal dokumen pendaftaran. Merasa prinsip dan keyakinan agamanya tidak bisa dikompromikan, ia akhirnya mantap mengambil surat pengunduran diri demi tetap mempertahankan mahkotanya sebagai seorang Muslimah.