Sebagaimana diwartakan oleh media Brasil VEJA, bakal calon presiden Brasil Romeu Zema melontarkan pernyataan yang memicu perdebatan publik terkait narapidana kasus kerusuhan 8 Januari 2023 di Brasília. Politikus yang juga mantan Gubernur Minas Gerais tersebut mengeklaim bahwa para pelaku insiden itu tidak dapat dikategorikan sebagai pelaku tindak pidana kejahatan.
Dalam wawancara eksklusif di program sabat TV Globo, Zema berargumen bahwa tindakan perusakan dan vandalisme tidak memenuhi unsur percobaan kudeta bersenjata. "Menurut pendapat saya, kejahatan dilakukan oleh pihak yang meneruskan tindakan tersebut hingga tuntas. Siapa yang hanya berpikir atau merencanakan tanpa merealisasikannya, bagi saya belum melakukan kejahatan," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan media tersebut.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sanggahan dari pemandu acara yang mengingatkan bahwa Mahkamah Agung Federal (STF) telah menjatuhkan vonis kepada sekitar 1.400 orang atas berbagai dakwaan hukum. Kendati demikian, Zema tetap bersikukuh dengan pendiriannya dan menilai bahwa proses peradilan tersebut bermuatan politis serta mendesak adanya pengampunan atau anistia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain membahas isu hukum dan peradilan, Zema juga mengklarifikasi posisinya terkait kebijakan kesehatan publik dan vaksinasi wajib bagi anak-anak. Ia menegaskan dukungannya terhadap dunia sains, namun tetap menolak segala bentuk sanksi atau pemaksaan yang dinilai dapat mencederai kebebasan individu dalam negara demokratis.