Berdasarkan laporan media Kompas, agresivitas dalam berkomunikasi kini kerap menjadi warna yang mencolok di panggung geopolitik abad ke-21 seiring dengan bangkitnya populisme yang menjadikan polarisasi sebagai pola utama dalam narasinya.
Percakapan antarnegara sering kali terasa seperti medan perang akibat retorika yang menyerang, di mana para pemimpin cenderung gampang mencela lawan namun sangat sulit untuk menerima kritik dari pihak lain.
Fenomena global ini dapat ditemukan pada sejumlah tokoh terkemuka seperti Donald Trump di Amerika Serikat, Javier Milei di Argentina, hingga Recep Tayyip Erdogan di Turki yang mengandalkan strategi konfrontatif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerbagai studi, termasuk penelitian dari Ana-Maria Bliuc dkk dari Universitas Dundee, menunjukkan bahwa kemarahan dan emosi merupakan sikap yang secara konsisten mendominasi retorika kaum populis dalam membingkai suatu isu.
Di tengah kerasnya iklim politik tersebut, figur-figur seperti komedian asal Finlandia, Ismo Mikael Leikola atau yang dikenal sebagai ISMO, justru menghadirkan pendekatan komunikasi yang berbeda dengan menampilkan sisi kerentanan dan keluguan di atas panggung.