Mengutip laporan media radarlampung.disway.id, ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kini tengah mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Kondisi cuaca kering yang melanda memicu kemunculan puluhan titik panas di berbagai daerah.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, tercatat ada sebanyak 98 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Bumi Ruwa Jurai pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Sebagaimana diwartakan, puluhan titik panas tersebut terpantau sepanjang kurun pemantauan hari sebelumnya melalui tangkapan empat satelit cuaca, yakni Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKoordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menjelaskan bahwa kemunculan puluhan titik panas ini dipicu oleh kondisi cuaca kering serta minimnya curah hujan di zona-zona yang rawan.
"Dari hasil pemantauan empat satelit, terdeteksi 98 titik panas di wilayah Lampung. Kabupaten Way Kanan dan Lampung Timur menjadi daerah penyumbang hotspot terbanyak hari ini," ungkap Rudi Harianto saat dikonfirmasi.
Berdasarkan pemetaan per wilayah, Way Kanan mencatatkan 22 titik panas dan Lampung Timur menyusul dengan 20 titik. Titik panas lainnya juga tersebar di Tulang Bawang, Mesuji, Tulang Bawang Barat, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesisir Barat, hingga Tanggamus.
Pihak BMKG menegaskan bahwa tingkat kepercayaan dari sensor satelit ini berada di kategori sedang hingga tinggi. Hal tersebut mengindikasikan adanya kenaikan suhu permukaan tanah yang signifikan dan berpotensi memicu kebakaran lahan jika terdapat pemantik api.