Sabuk alga sargassum sepanjang 5.000 mil menutupi perairan Samudra Atlantik hingga mulai terdampar di kawasan pesisir pantai Key West dalam beberapa tahun terakhir.
Alga makroskopis jenis sargassum ini mulanya berfungsi sebagai ekosistem terapung yang menyediakan habitat bagi ratusan spesies ikan serta penyu di laut lepas.
Namun, ketika tumpukan alga cokelat tersebut terbawa arus ke area perairan dangkal dan daratan pantai, proses pembusukan cepat terjadi akibat paparan udara terbuka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerubahan suhu laut yang dipicu oleh faktor lingkungan membuat volume sargassum meningkat drastis hingga mencemari garis pantai dan mengganggu aktivitas warga.
Dampak Buruk Bau Menyengat dan Kerusakan Ekosistem
Proses pembusukan sargassum di pesisir pantai menghasilkan gas hidrogen sulfida yang menimbulkan bau busuk menyengat menyerupai telur busuk.
Kandungan gas beracun tersebut dapat memicu iritasi pada hidung, tenggorokan, serta memperburuk kondisi kesehatan pernapasan bagi para pengunjung pantai.
Selain masalah bau, tumpukan alga yang membusuk di perairan dangkal menghalangi sinar matahari masuk ke ekosistem terumbu karang dan lamun.
Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam air secara signifikan, sehingga mengancam kelangsungan hidup biota laut di sekitarnya.