Pulau Ile de Re di pesisir barat Prancis menawarkan pesona wisata yang memikat melalui hamparan tambak garam tradisional dan jaringan jalur sepeda sepanjang 140 kilometer bagi para pelancong.
Romain Pédurant, seorang produsen garam lokal di La Couarde-sur-Mer, mengandalkan kondisi alam seperti terik matahari dan tiupan angin untuk menghasilkan kristal garam murni yang dikenal sebagai fleur de sel.
Garam berkualitas tinggi dari pulau berjuluk La Blanche ini mendapat pengakuan dari para chef profesional karena kemurnian rasanya yang khas dan menjadi komoditas unggulan sejak zaman dahulu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain sektor garam, pulau ini juga terkenal dengan industri pariwisata serta kuliner bahari yang kaya, didukung oleh akses jembatan sepanjang 3 kilometer yang menghubungkannya langsung ke daratan utama Prancis.
Jejak Sejarah dan Wisata Kuliner di Ile de Re
Kehidupan kuliner di pulau ini semakin berkembang berkat kehadiran para pelaku industri kreatif seperti chef Adrien Formica yang memadukan bahan-bahan lokal segar ke dalam menu hidangannya.
Berbagai sajian khas seperti tartare rumput laut, kerang asap, hingga rempah-rempah pantai memberikan pengalaman gastronomi tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.
Sejarah panjang pulau ini juga tidak lepas dari peran para biarawan Cistercian pada abad ke-12 yang dahulu memperkenalkan teknik budidaya anggur serta membangun tambak garam pertama di kawasan ini.
Kini, kawasan seperti kebun anggur organik Domaine Arica di Loix turut melestarikan warisan budaya lokal melalui rangkaian tur edukasi mengenai sejarah dan proses pengolahan hasil bumi setempat.