Sebuah insiden berdarah terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang merenggut nyawa seorang juru parkir berinisial D. Berdasarkan laporan media, korban tewas setelah diterjang timah panas yang dilepaskan oleh seorang anggota Bidpropam Polda Sulawesi Tengah berinisial Aipda AA.
Peristiwa nahas tersebut pecah di depan sebuah minimarket yang terletak di Jalan Tombolututu Atas, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Kamis malam. Suasana yang awalnya biasa berubah mencekam ketika kedua belah pihak terlibat adu mulut yang berujung pada kontak fisik.
Menurut keterangan awal dari pihak kepolisian, keributan bermula saat Aipda AA mendatangi lokasi menggunakan kendaraan roda empat sebelum masuk ke dalam minimarket. Sekeluarnya dari toko, korban mendatangi aparat tersebut dan perdebatan sengit mengenai masalah parkir tidak dapat dihindarkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi dengan cepat berubah menjadi brutal ketika juru parkir tersebut diduga menyerang aparat menggunakan sebilah parang. Mengutip laporan kepolisian, Aipda AA mengalami luka serius pada tangan kanan serta jari manis tangan kirinya terputus akibat berupaya menangkis serangan tajam tersebut.
Dalam kondisi terdesak dan diserang, oknum polisi itu sempat melontarkan tembakan peringatan. Kendati demikian, korban disebut tetap nekat mengejar pelaku sambil membawa senjata tajam, sehingga tindakan tegas terukur berupa tembakan lanjutan terpaksa dilepaskan.
Akibat luka tembak yang dialaminya, korban sempat dilarikan mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Anutapura Palu. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia pada dini hari keesokan harinya.
Tidak hanya menelan korban jiwa dari pihak juru parkir, insiden berdarah ini juga melukai seorang warga sipil berinisial MA yang terkena dampak di bagian leher kanan akibat peluru nyasar. Saat ini, jajaran kepolisian dari Polresta Palu bersama instansi terkait masih terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mempercayakan penanganan hukum kasus penembakan ini kepada aparat penegak hukum.