Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah kembali memicu krisis air bersih bagi masyarakat. Sebagaimana diwartakan, puluhan ribu warga di Kabupaten Cilacap terpaksa harus mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah dan berbagai pihak swasta.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, hingga akhir Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.370.000 liter air bersih telah disalurkan ke berbagai titik terdampak. Jumlah masif tersebut setara dengan 462 tangki air yang didistribusikan secara berkala.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo menjelaskan bahwa penanganan krisis akibat kekeringan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, hingga lembaga sosial masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah Kabupaten Cilacap sendiri telah mengoptimalkan dana APBD untuk mengirimkan sebanyak 92 tangki atau setara dengan 460.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis.
Sementara itu, dukungan signifikan juga datang dari sektor swasta dan mitra CSR yang menyumbangkan sekitar 370 tangki dengan total mencapai 1.910.000 liter air bersih untuk meringankan beban warga.
Berbagai lembaga seperti PMI Kabupaten Cilacap, PT SBI Tbk, BBWS Citanduy, Lazismu, hingga Pertamina Patra Niaga turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut untuk memastikan pasokan air bagi warga terpenuhi.
Sinergi lintas instansi ini juga melibatkan unsur TNI dari Kodim 0703 Cilacap serta Baznas yang bahu-membahu menjangkau titik-titik kekeringan paling parah di daerah tersebut.
Secara keseluruhan, bantuan air bersih ini telah berhasil disalurkan kepada 14.724 keluarga atau mencakup 37.686 jiwa yang tersebar di 41 desa dari 16 kecamatan di Kabupaten Cilacap.