Dampak musim kemarau panjang kini mulai dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, tinggi muka air Sungai Musi di wilayah Kecamatan Sekayu mengalami penyusutan drastis hingga mencapai 1,5 sampai 2 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto mengungkapkan bahwa penurunan debit air yang cukup signifikan ini turut memicu hambatan di lapangan. Menurutnya, tim pemadam kebakaran hutan dan lahan sempat menghadapi kendala serius dalam menjinakkan titik api akibat hilangnya sumber mata air di beberapa lokasi terdampak.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fenomena penyusutan air ini dipicu oleh minimnya curah hujan yang menyebabkan pasokan dari wilayah hulu berkurang drastis. Berdasarkan laporan yang dihimpun, kondisi dasar sungai di beberapa titik bahkan sudah mulai mengering dan menampakkanhamparan pasir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, krisis air bersih ini juga berdampak langsung pada operasional layanan air minum. Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Randik Muba Azmi Julian membenarkan bahwa debit air baku dari embung dan sungai mengalami penurunan drastis, hingga mencatat sebanyak sembilan embung PDAM terpaksa menghentikan distribusi air melalui pipa perpipaan.
Kendati demikian, pihak Perumda PDAM Tirta Randik memastikan bahwa suplai air kepada pelanggan secara umum masih berupaya dikendalikan dengan mengandalkan sumber air dari sungai yang posisinya masih berada di bawah titik air baku. Mengutip laporan media, manajemen terus memantau situasi ini secara berkala guna mengantisipasi perluasan dampak kekeringan bagi warga.