Sebagaimana diwartakan oleh RRI, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di kancah global. Kolaborasi antara Tim Hydromodelling dan Arkana ITS sukses menyabet gelar Juara 2 dalam ajang bergengsi desain kapal internasional bertajuk Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Naval Architects and Marine Engineers (SNAME).
Berdasarkan laporan dari media, rangkaian kompetisi ini berlangsung secara daring mulai dari bulan Maret hingga Juni 2026, dengan pengumuman pemenang yang diumumkan pada pertengahan Agustus lalu. Berkat prestasi gemilang tersebut, para mahasiswa perwakilan ITS ini mendapat undangan khusus untuk menghadiri sesi presentasi serta penyerahan penghargaan langsung di Amerika Serikat pada akhir Oktober mendatang.
Mengutip keterangan dari Staf Ahli Divisi Desain Tim Hydromodelling ITS, Farizha Habibie, tantangan dalam perlombaan ini tidaklah mudah karena peserta dituntut untuk menghasilkan rancangan kapal yang tidak hanya inovatif tetapi juga praktis dan layak diterapkan di dunia nyata. "Inovasi yang diusulkan juga harus bisa diterapkan pada desain kapal dan dibuktikan lewat perhitungan," ungkap Farizha dalam keterangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut dijelaskan, karya andalan yang membawa tim ini mendunia adalah kapal canggih berjenis offshore support vessel yang diberi nama Flying Dutchman. Kapal ini didesain khusus untuk mendukung berbagai operasi di laut dalam dan lepas pantai, memiliki panjang 90 meter, lebar 20 meter, serta mampu melaju dengan kecepatan dinas mencapai 14 knot.
Keunggulan utama dari kapal rancangan mahasiswa ITS ini terletak pada sektor dapur pacunya yang mengusung teknologi hybrid fuel engine berbasis hidrogen ramah lingkungan. "Melalui integrasi hidrogen ini, kapal dapat beroperasi 12 hingga 20 hari di Natuna dengan emisi karbon mendekati nol," jelas Farizha mengenai inovasi kapal yang juga menggunakan desain lambung X-bow untuk stabilitas maksimal tersebut.