Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Kecaman Keras Jurnalis Iran,...
TEKNOLOGI

Kecaman Keras Jurnalis Iran, Dituntut 15 Tahun Penjara

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 22 Agustus 2026
Yalda Moaiery, fotoperiodis Iran yang divonis 15 tahun penjara akibat karya jurnalismenya

Yalda Moaiery, fotoperiodis Iran yang divonis 15 tahun penjara akibat karya jurnalismenya

Di tengah gelombang tekanan politik yang kian mencekam, dunia jurnalistik kembali berduka atas nasib para pencari fakta di garis depan. Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, Yalda Moaiery, seorang fotoperiodis terkemuka asal Iran, harus menghadapi kenyataan pahit setelah dijatuhi vonis hukuman penjara selama 15 tahun oleh sebuah pengadilan di negaranya.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, Moaiery dituduh melakukan aktivitas yang diklaim merugikan keamanan nasional serta berpihak pada kepentingan asing. Selama lebih dari dua dekade berkarier, ia dikenal konsisten mendokumentasikan berbagai peristiwa penting di Iran, mulai dari krisis ekonomi, gejolak protes massa, hingga dinamika konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat.

Meski berada di bawah bayang-bayang ancaman hukuman berat dan intimidasi lanjutan dari aparat penegak hukum, Moaiery dengan tegas menyatakan penolakannya untuk dibungkam. "Saya tidak berniat berhenti atau menyesali apa pun, karena menjadi jurnalis independen adalah risiko yang saya ambil demi menyuarakan kebenaran," ungkapnya dalam wawancara eksklusif.

Kasus yang menimpa Moaiery menambah panjang daftar pekerja media di bawah rezim otoriter yang kerap menjadi sasaran empuk kriminalisasi. Berbagai pihak dan organisasi kebebasan pers internasional pun terus memantau ketat perkembangan kasus ini, berharap atensi publik global dapat memberikan tekanan positif terhadap proses hukum yang tengah ia hadapi.

Topics
yalda moaiery iran jurnalis kebebasan pers timur tengah media internasional
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.