Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Ilmuwan NASA Berhasil Rekrut...
TEKNOLOGI

Ilmuwan NASA Berhasil Rekrut "Laba-laba" Misterius Mars di Bumi

By Tomi Ali 2 min read 24 Agustus 2026
Ilmuwan NASA berhasil merekrut formasi laba-laba geologis Mars di Bumi

Ilmuwan NASA berhasil merekrut formasi laba-laba geologis Mars di Bumi

Planet Mars menyimpan banyak keunikan geologis, termasuk fenomena berbentuk "laba-laba" misterius yang secara resmi dikenal sebagai terain araneiform. Para peneliti kini berhasil merekrut fitur unik tersebut di dalam laboratorium di Bumi guna mempelajari proses pembentukannya di Planet Merah.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam The Planetary Science Journal mengupas cara ilmuwan menduplikasi formasi yang pertama kali terpantau oleh wahana antariksa pengorbit Mars pada 2003 silam. Bentuk unik tersebut dapat merentang hingga sepanjang setengah mil dengan area tengah terangkat dan dikelilingi ratusan kaki-kaki menyerupai laba-laba.

"The spiders are strange, beautiful geologic features in their own right," ujar peneliti Lauren Mc Keown dari Jet Propulsion Laboratory NASA, seperti dikutip dari laporan ilmiah.

Sebelumnya, para ahli menduga formasi laba-laba itu tercipta akibat pergantian musim di Mars di mana es karbon dioksida mencair langsung dari padat ke gas. Proses sublimasi ini menciptakan tekanan gas tinggi yang akhirnya memecah lemparan es di atasnya dan meninggalkan pola mirip laba-laba.

Eksperimen Laboratorium Ungkap Detail Baru Proses Terbentuknya

Untuk menguji hipotesis tersebut, tim peneliti memanfaatkan fasilitas khusus bernama Dirty Under-vacuum Simulation Testbed for Icy Environments atau DUSTIE. Ruangan hampa udara tersebut didinginkan hingga minus 185 derajat Celsius dengan tekanan udara sangat rendah untuk meniru atmosfer Mars.

Proses simulasi dilakukan dengan mendinginkan tanah simulasi, menurunkan tekanan udara, serta memasukkan gas karbon dioksida ke dalam ruang uji DUSTIE. Setelah es terbentuk di atas tanah, pemanas diletakkan di bagian bawah untuk menaikkan suhu dan memicu retakan es.

"It was late on a Friday evening and the lab manager burst in after hearing me shrieking," kenang Mc Keown saat eksperimen itu akhirnya berhasil setelah dikerjakan selama 5 tahun.

Hasil pengamatan laboratorium ini tidak hanya mengonfirmasi teori lama, tetapi juga mengungkap detail baru yang sebelumnya tidak diprediksi oleh para ilmuwan. Es terkadang terbentuk di antara butiran debu dan meretakkan lapisan substrat, menunjukkan bahwa alam bekerja lebih kompleks dari perkiraan buku teks.

Meski demikian, sejumlah misteri masih belum terpecahkan, termasuk alasan mengapa formasi laba-laba tersebut hanya muncul di lokasi tertentu di belahan bumi selatan Mars. Tim peneliti berencana menyempurnakan eksperimen dengan mensimulasikan sumber panas dari atas es demi mendekati kondisi nyata di Mars.

Topics
mars nasa laba-laba mars araneiform penelitian sains planet merah astronomi
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.