Proses perundingan upah antara manajemen Hyundai Motor dan serikat pekerja mencapai titik terang setelah kedua belah pihak menyepakati draf perjanjian gaji sementara pada Selasa pagi. Berdasarkan laporan The Korea Times, kesepakatan tersebut lahir usai serangkaian aksi mogok kerja memicu gangguan besar pada lini produksi pabrikan otomotif terbesar di Korea Selatan itu.
Berdasarkan rilis resmi perusahaan, manajemen sepakat menaikkan gaji pokok bulanan sebesar 100.000 won atau sekitar 72 dolar AS. Selain itu, pekerja bakal menerima bonus kinerja melebihi 400 persen dari gaji bulanan serta tambahan pembayaran tunai sebesar 12,5 juta won.
Mengutip laporan The Korea Times, kesepakatan tersebut turut mencakup wacana perpanjangan usia pensiun dari batas saat ini 60 tahun menjadi 65 tahun apabila regulasi hukum terkait resmi direvisi. Pemungutan suara anggota serikat pekerja yang dijadwalkan pada 31 Agustus mendatang akan menentukan pengesahan akhir perjanjian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis industri, serikat pekerja yang memiliki 400.000 anggota sempat melancarkan total 60 jam aksi mogok tahun ini hingga menyebabkan gangguan produksi selama 120 jam. Rangkaian aksi protes termasuk mogok penuh pertama dalam kurun waktu satu dekade terakhir itu menimbulkan estimasi kerugian produksi sebanyak 55.200 unit kendaraan dengan nilai penjualan hilang melampaui 2,3 triliun won.
Manajemen Hyundai Motor menyampaikan komitmen bersama serikat pekerja untuk mengadopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan fisik dan robotika demi menjaga daya saing masa depan. Langkah strategis tersebut sejalan dengan rencana perusahaan mengintegrasikan robot humanoid di pabrik manufaktur Amerika Serikat di Georgia mulai 2028 mendatang.