Kecerdasan buatan Claude secara tidak sengaja menghapus seluruh direktori rumah berukuran 700 GB milik seorang developer bernama Sebastien Guillemot saat sedang menguji sebuah skrip pembersihan data pada 28 Agustus 2026. Insiden tersebut bermula ketika Guillemot meminta bot AI tersebut untuk membuat skrip agar agen AI otomatis membersihkan sampah penyimpanan di direktori sementara.
Skrip yang dirancang awalnya dinilai terlalu rumit oleh Guillemot, sehingga ia meminta model AI melakukan peninjauan ulang terhadap kode tersebut. Akibat penilaian keamanan dari sistem pengaman Anthropic, model AI yang digunakan mengalami penurunan tingkat secara otomatis ke versi yang lebih lama sebelum eksekusi pengujian dilakukan.
Dalam proses uji coba keselamatan tersebut, agen AI menggunakan kembali nama variabel yang sama untuk pengujian dan pembersihan sistem. Kesalahan penggunaan variabel itu berujung pada eksekusi penghapusan yang menyasar direktori utama pengguna alih-alih folder sementara yang dimaksudkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun proses penghapusan sempat dihentikan secara manual oleh Guillemot, sebagian besar data penting beserta pekerjaan selama satu minggu telanjur terhapus. Sang developer akhirnya berhasil memulihkan sebagian besar datanya melalui riwayat kode git, log sesi, serta berkas konfigurasi sistem yang tersimpan.
Penurunan Model AI Diduga Jadi Pemicu Kesalahan Fatal
Sistem pengaman Anthropic menurunkan model AI dari versi yang lebih pintar ke Opus 4.8 karena mendeteksi risiko keamanan pada skrip pembuatan pembersihan data. Model yang lebih rendah tersebut dinilai kurang optimal dalam mendeteksi kontradiksi logika variabel dibandingkan versi aslinya.
Pakar teknologi menyebutkan bahwa model AI yang lebih baru kemungkinan besar mampu mendeteksi kesalahan penggunaan nama variabel yang sama dalam skrip uji coba tersebut. Penurunan versi otomatis ini justru memicu celah logika yang berakibat fatal pada penyimpanan data pengguna.
Peristiwa ini menyoroti risiko penggunaan agen kecerdasan buatan secara otonom dalam memodifikasi sistem berkas komputer tanpa pengawasan manusia yang ketat. Kasus kehilangan data hingga 700 GB ini juga menjadi pengingat pentingnya memiliki cadangan data harian bagi para pengembang perangkat lunak.
Sejumlah pengguna komunitas teknologi turut memberikan beragam tanggapan atas insiden yang menimpa Guillemot, termasuk menyarankan penggunaan alat pengaman tambahan. Ironisnya, di tengah kecanggihan teknologi agen AI modern, langkah pencegahan dasar seperti pencadangan data justru terlewatkan.