Mengutip laporan media The Sydney Morning Herald, psilocybin yang merupakan bahan aktif dalam magic mushrooms telah lama menjanjikan revolusi dalam pengobatan kesehatan mental. Senyawa ini digadang-gadang mampu mengatasi depresi berat, meredakan kecemasan, hingga melepaskan seseorang dari kecanduan.
Meskipun demikian, perjalanan terapi psikedelik ini tidak selalu mulus sejak legalisasi resepnya di Australia pada tahun 2023. Biaya terapi yang sangat mahal, berkisar antara 15.000 hingga 30.000 dolar, serta tantangan dalam uji klinis skala besar menjadi hambatan utama bagi pasien untuk mengakses pengobatan ini.
Berdasarkan laporan penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature, para ilmuwan dari Turner Institute for Brain and Mental Health di Monash University melakukan pemindaian otak terbesar untuk melihat efek psilocybin. Dr Devon Stoliker selaku peneliti utama menyatakan bahwa sekitar satu setengah jam setelah dosis pertama, relawan menjalani pemindaian MRI dalam pengalaman yang luar biasa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan dalam studi tersebut, peneliti melibatkan 62 relawan yang belum pernah memiliki pengalaman psikedelik sebelumnya untuk diberikan dosis 19 miligram psilocybin. Setengah dari partisipan melaporkan bahwa pengalaman tersebut merupakan salah satu momen paling bermakna dalam hidup mereka karena memicu rasa keterhubungan yang mendalam dengan dunia luar.
Kendati riset ini memberikan titik terang baru, para ahli mengingatkan agar publik tetap bersikap realistis menghadapi gelombang industri farmasi besar. Sebagaimana diberitakan, magic mushrooms tetaplah sebuah alat bantu tambahan yang menjanjikan untuk kesehatan mental, namun bukanlah solusi instan atau peluru perak penyembuh segalanya.