Berdasarkan laporan dunia kesehatan Sintang, Kalimantan Barat, lonjakan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) di kalangan remaja kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Menurut data dari UPTD Puskesmas Sungai Durian, ratusan kasus tercatat setiap tahunnya dan tidak hanya menyerang pelajar tingkat atas, melainkan juga merambah siswa Sekolah Menengah Pertama.
Sebagaimana diwartakan, jenis penyakit yang menjangkiti para remaja tersebut meliputi sifilis, gonore, hingga berbagai bentuk infeksi berbahaya akibat hubungan seksual berisiko. Kepala UPTD Puskesmas Sungai Durian, dr. Haryono Linoh, mengungkapkan bahwa banyak pasien datang terlambat karena merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri.
Kondisi serupa turut ditemukan di Puskesmas Tanjung Puri Sintang yang mencatat ratusan kasus IMS sepanjang tahun berjalan. Kepala Puskesmas Tanjung Puri, dr. Andar Jimmy Pintabar, menyatakan pihaknya telah menggencarkan penyuluhan ke sekolah-sekolah serta melakukan pemeriksaan rutin di sejumlah kawasan hiburan malam guna menekan laju penularan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMendengar lonjakan kasus tersebut, anggota DPRD Sintang, Santosa, mengaku sangat terkejut dan menyebut situasi ini sebagai darurat pergaulan remaja. Dikutip dari laporan media, ia menegaskan bahwa fenomena ini menjadi alarm besar bagi lemahnya pengawasan orang tua serta lingkungan sosial terhadap pergaulan bebas anak muda.
Lebih lanjut, Santosa menekankan perlunya langkah preventif yang lebih strategis dari pemerintah daerah, termasuk menyediakan wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas. Pihak puskesmas bersama DPRD sepakat bahwa penanganan IMS memerlukan kolaborasi menyeluruh agar masa depan generasi bangsa di Sintang dapat terselamatkan.