Sebagaimana diwartakan oleh Espos, wilayah Kabupaten Sragen kini dilanda krisis air bersih yang semakin meluas seiring dengan status awas kekeringan meteorologis yang ditetapkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Berdasarkan laporan media, dampak kekeringan yang sebelumnya hanya dirasakan di dua kecamatan kini telah merambah hingga lima kecamatan di Sragen, yakni Gesi, Tangen, Mondokan, Jenar, dan Miri.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R Triyono Putro, mengungkapkan bahwa ribuan keluarga yang tersebar di 26 dukuh dan 11 desa mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau panjang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Hingga 23 Agustus lalu, BPBD sudah mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 173 tangki ke lima wilayah kecamatan tersebut, tepatnya di 26 dukuh yang menyebar di 11 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 2.234 keluarga," ujar Triyono dikutip dari laporan Espos.
Pemerintah Kabupaten Sragen memastikan alokasi anggaran dari APBD masih mencukupi untuk mendistribusikan air bersih guna memenuhi kebutuhan darurat warga hingga bulan November mendatang.