Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Aksi Nenek Beri Buku ke Cucu...
TEKNOLOGI

Aksi Nenek Beri Buku ke Cucu Pengguna iPad Picu Perdebatan

By Tomi Ali 2 min read 24 Agustus 2026
Nenek beri buku bacaan fisik ke cucunya pengguna iPad picu perdebatan keluarga

Nenek beri buku bacaan fisik ke cucunya pengguna iPad picu perdebatan keluarga

Aksi seorang nenek yang memberikan buku bacaan fisik kepada cucunya yang duduk di bangku kelas 4 SD demi melatih kemampuan literasi memicu perdebatan hangat di tengah keluarga terkait batas penggunaan teknologi. Sang cucu sebelumnya mengalami kesulitan membaca karena metode pembelajaran harian sepenuhnya bergantung pada aplikasi di dalam sebuah iPad.

Peristiwa bermula ketika sang nenek mengasuh cucunya selepas jam sekolah dan mendapati aplikasi membaca yang digunakan sang anak ternyata membacakan cerita secara otomatis. "Anak itu hanya duduk dan mendengarkan tanpa ada proses belajar aktif untuk mengeja kata," ujar sang nenek saat menyadari metode pembelajaran berbasis gawai tersebut.

Melihat kondisi tersebut, sang nenek memutuskan untuk mengambil tindakan dengan memberikan sebuah buku nyata dan meminta cucunya membaca satu halaman penuh secara mandiri. Sang nenek juga menginstruksikan anak tersebut untuk bertanya langsung apabila menemukan kosakata yang sulit atau belum dipahami cara pengucapannya.

Keputusan memberikan buku fisik itu justru memicu kemarahan dari ibu sang anak atau menantu perempuan sang nenek yang menganut metode pengasuhan mandiri tanpa sekolah formal atau unschooling. Sang ibu merasa keberatan dengan intervensi tersebut karena menganggap metode digital yang digunakannya sudah sesuai dengan konsep pembelajaran modern bagi anaknya.

Dampak Negatif Ketergantungan Gawai pada Literasi Anak

Perdebatan keluarga ini menyoroti isu yang lebih luas mengenai batasan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia pendidikan anak usia dini. Banyak orang tua kini mengandalkan gawai untuk mengajarkan keterampilan dasar yang membutuhkan fokus tinggi, kesabaran, serta keterbiasaan menghadapi kebosanan.

Padahal, para ahli pendidikan menilai keterampilan fundamental seperti membaca teks secara konvensional dan menulis tangan sangat penting untuk membangun jalur saraf di otak. Keterampilan dasar tersebut terbukti jauh lebih efektif meningkatkan retensi memori dan kemampuan literasi jangka panjang dibandingkan menatap layar digital.

Ketergantungan pada gawai dikhawatirkan membuat anak-anak kehilangan kesempatan melatih kesabaran mental yang esensial dalam proses penyerapan informasi baru. Ketika proses belajar dialihkan sepenuhnya pada teknologi praktis, anak-anak rentan mengalami hambatan dalam menyerap struktur bahasa yang kompleks.

Kasus keluarga ini akhirnya membuka diskusi publik yang lebih dalam mengenai sejauh mana teknologi dapat menggantikan peran interaksi langsung dan metode belajar konvensional. Batas antara kemudahan digital dan esensi bimbingan manusia kini menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua di era modern.

Topics
nenek cucu ipad literasi pendidikan anak teknologi pengasuhan keluarga
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.