Sebagaimana diwartakan oleh media UOL, Cirque du Soleil memiliki strategi unik dalam mencari talenta baru dengan cara mendekati dan merekrut para atlet serta pesenam profesional jauh sebelum mereka mengakhiri karier kompetitifnya.
Banyak artis sirkus dunia yang dulunya merupakan atlet berprestasi, salah satunya adalah trapezista asal Brasil, Pati Kuwai, yang mengawali kariernya sebagai pesenam sebelum akhirnya banting setir ke dunia sirkus.
"Saya pergi untuk mencoba kelas sirkus tanpa pretensi apa pun karena saya pikir itu menarik dan berbeda. Saya mulai belajar dengan sangat cepat dan kesempatan-kesempatan pun mulai bermunculan," ujar Pati Kuwai sebagaimana dikutip dari laporan media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKisah serupa juga dialami oleh mantan atlet Olimpiade 2016 asal Ukraina, Maksym Semiankiv, yang memilih meninggalkan dunia senam profesional demi bergabung dengan kelompok seni pertunjukan asal Kanada tersebut.
Menurut direktur artistik Alegría, Rachel Lancaster, proses rekrutmen ini biasanya dimulai tiga hingga empat tahun sebelum atlet pensiun agar mereka memiliki waktu untuk beradaptasi dengan transisi mental dari kompetisi singkat ke pertunjukan panggung jangka panjang.
"Mereka terbiasa dengan sesi kecil berdurasi dua menit dan melakukan persiapan penuh. Tantangannya adalah mengubah pola pikir tersebut menjadi dua jam pertunjukan untuk 2.500 penonton, delapan hingga sepuluh kali dalam sepekan," jelas Rachel Lancaster dalam wawancaranya.
Selain itu, latar belakang atletik seperti senam dan judo terbukti memberikan fondasi kekuatan serta fleksibilitas yang sangat membantu para mantan atlet untuk beradaptasi dengan cepat pada disiplin ekstrem seperti trapézio.